← Beranda
Donald Trump Sebut Tak Tertarik Perpanjang Gencatan Senjata Iran: Tak Ada Deal, Bom akan Kembali Jatuh
Rian AlfiantoRabu, 22 April 2026 | 02.32 WIB
Donald Trump enggan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, tanpa kesepakatan.

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menegaskan kecil kemungkinan dirinya akan memperpanjang gencatan senjata sementara dengan Iran jika tidak ada kesepakatan yang tercapai hingga batas waktu pekan ini.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara telepon yang dikutip Bloomberg, Senin (21/4) waktu setempat. Trump menyebut masa gencatan senjata selama dua minggu yang diumumkan pada 7 April akan berakhir Rabu malam waktu Amerika Serikat.

Ia memberi sinyal keras bahwa konflik bisa kembali memanas segera setelah tenggat berakhir. “Jika tidak ada kesepakatan, saya tentu mengharapkan (serangan kembali terjadi),” kata Trump.

Ia bahkan memperingatkan potensi eskalasi besar. Dalam wawancara dengan PBS News, Trump mengatakan bahwa jika gencatan senjata berakhir tanpa hasil, bom akan mulai dijatuhkan kembali.

Selain itu, Trump memastikan bahwa jalur vital perdagangan minyak dunia di Selat Hormuz akan tetap diblokade hingga tercapai perjanjian damai dengan Iran.

“Mereka ingin saya membukanya. Iran sangat ingin itu dibuka. Saya tidak akan membukanya sampai kesepakatan ditandatangani,” ujarnya.

Langkah Washington mempertahankan blokade tersebut langsung berdampak pada lonjakan harga minyak global. Ketegangan meningkat setelah Angkatan Laut AS menyita kapal berbendera Iran pada akhir pekan lalu.

Trump menegaskan dirinya tidak akan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan strategis terkait Iran. “Saya tidak akan dipaksa membuat kesepakatan yang buruk. Kita punya banyak waktu,” tegasnya.

Sikap ini menunjukkan pendekatan keras Washington dalam negosiasi, meskipun risiko konflik terbuka semakin besar

Sementara terkait upaya diplomasi, Trump menyebut belum ada kepastian apakah delegasi Iran akan hadir dalam putaran baru perundingan di Islamabad, Pakistan.

“Saya tidak tahu. Mereka seharusnya hadir. Kita sepakat untuk hadir, meski mereka bilang tidak. Kita lihat saja nanti,” katanya.

Sementara itu, Wakil Presiden AS, JD Vance, dijadwalkan memimpin delegasi Amerika menuju Pakistan untuk melanjutkan pembicaraan dengan pejabat Iran.

Trump juga membuka kemungkinan pertemuan langsung dengan pimpinan tinggi Iran jika tercapai terobosan, meski ia menilai kehadirannya secara langsung dalam negosiasi belum diperlukan saat ini.

Di tengah ketegangan, Komando Pusat AS melaporkan telah memutarbalikkan 27 kapal yang menuju atau keluar dari pelabuhan Iran hingga Senin pagi. Langkah ini semakin mempertegas tekanan militer dan ekonomi terhadap Teheran.

Dengan tenggat gencatan senjata yang semakin dekat, dunia kini menanti apakah jalur diplomasi mampu meredam konflik, atau justru membuka babak baru eskalasi di kawasan Timur Tengah.

EDITOR: Estu Suryowati