JawaPos.com - Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Arif menegaskan bahwa kendali atas Selat Hormuz merupakan hak yang dimiliki Iran. Hal ini sekaligus menegaskan komitmen Teheran untuk memperkuat posisinya melalui jalur diplomasi maupun langkah di lapangan.
Seperti dilansir dari Anadolu, berdasarkan laporan media Iran, pernyataan tersebut disampaikan Arif saat melakukan kunjungan ke Otoritas Pelabuhan dan Maritim, dalam konteks perkembangan situasi terkini.
“Pengelolaan Selat Hormuz adalah milik Iran dan diakui sebagai hak sah Iran. Kami akan memperkuat hak kami baik di meja perundingan maupun di lapangan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Arif juga menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menurutnya sering berubah.
Baca Juga: Sindiran Pedas Mojtaba Khamenei ke Donald Trump: Sebut AS 'Lemah dan Terhina', Ancam Kekalahan Baru
“Tidak perlu menanggapi pernyataan-pernyataan yang tidak benar darinya,” kata Arif.
Ia kembali menegaskan bahwa Iran menginginkan berakhirnya konflik di kawasan Asia Barat dan tak ingin adanya kelanjutan perang.
“Namun jika kami tidak dapat memanfaatkan pelabuhan kami di Teluk Persia dan Laut Oman, kami tidak akan mengizinkan negara mana pun melakukan kolonialisme di kawasan ini,” ujarnya.