← Beranda
Dua Kapal Pertamina Tertahan di Teluk Arab, Selat Hormuz masih Belum Kondusif
AntaraMinggu, 19 April 2026 | 23.03 WIB
Kapal tanker Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS) masih tertahan di Selat Hormuz. (Antara/Pertamina)

 

 

 

JawaPos.com – Dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, hingga kini belum dapat melintasi Selat Hormuz. Keduanya masih tertahan di kawasan Teluk Arab menyusul situasi keamanan yang belum sepenuhnya kondusif.

Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengatakan perusahaan terus memantau perkembangan terkini di jalur pelayaran vital tersebut yang dinilai sangat dinamis.

“Kedua kapal PIS yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. PIS terus memonitor secara saksama perkembangan situasi yang sangat dinamis di Selat Hormuz,” ujar Vega dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Ia menegaskan, pihaknya saat ini terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk kementerian terkait dan otoritas berwenang, guna memastikan kelancaran pelayaran sekaligus menjaga aspek keselamatan.

“Kami terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk kementerian dan otoritas berwenang, sambil tetap menyiapkan perencanaan pelayaran (passage plan) yang aman,” katanya.

Menurut Vega, keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama perusahaan, di samping keamanan kapal serta muatan yang dibawa.

“Prioritas utama perusahaan adalah keselamatan seluruh awak kapal, keamanan kapal, serta muatannya,” tambahnya.

PIS juga berharap kondisi di Selat Hormuz segera membaik agar kedua kapal tersebut dapat melanjutkan perjalanan dengan aman.

“Kami berharap kondisi di jalur tersebut segera membaik dan kondusif agar kapal Pertamina Pride serta Gamsunoro dapat segera melanjutkan pelayaran dengan aman,” ucapnya.

Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa Selat Hormuz telah kembali ke “kondisi sebelumnya” di bawah kendali angkatan bersenjata Iran. Pernyataan tersebut merujuk pada masih berlangsungnya blokade yang melibatkan Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran.

Dalam pernyataannya yang dikutip kantor berita Tasnim, IRGC menegaskan bahwa pengawasan ketat terhadap jalur perairan strategis tersebut akan terus dilakukan hingga kebebasan pelayaran menuju dan dari Iran dipulihkan sepenuhnya.

“Kendali atas Selat Hormuz telah kembali ke kondisi sebelumnya, dan jalur perairan strategis itu kini berada di bawah pengelolaan dan kendali ketat angkatan bersenjata,” demikian pernyataan komando gabungan IRGC.

Baca Juga: Iran Ancam Tutup Lagi Selat Hormuz,  Bantah Klaim Donald Trump Sebelumnya soal 'Kesepakatan'

Situasi ini membuat aktivitas pelayaran di salah satu jalur distribusi energi terpenting dunia tersebut masih dibayangi ketidakpastian, termasuk bagi armada milik Indonesia. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan