← Beranda
Di Tengah Eksodus Miliarder, Jensen Huang Justru Serukan Talenta Global Pindah ke California meski Pajak Tinggi
Mellyna Putri DiniarRabu, 15 April 2026 | 01.58 WIB
Jensen Huang menyerukan talenta global untuk pindah ke California meski pajak tinggi, di tengah eksodus miliarder teknologi dari negara bagian tersebut (Bloomberg)

JawaPos.com - CEO Nvidia Jensen Huang menyerukan talenta global untuk pindah ke California, sebuah sikap yang berseberangan dengan gelombang hengkangnya para miliarder teknologi dari negara bagian tersebut. Pemimpin Nvidia itu menegaskan bahwa pusat industri teknologi dunia itu tetap layak menjadi tujuan, meski menghadapi tekanan pajak tinggi dan wacana kebijakan pajak kekayaan.

Sikap ini mencerminkan benturan kepentingan yang lebih luas antara kebijakan fiskal dan daya tarik ekosistem inovasi. Di satu sisi, California menghadapi tekanan akibat rencana pajak kekayaan dan tarif pajak tinggi. Namun di sisi lain, wilayah ini masih menjadi fondasi utama pengembangan kecerdasan buatan (AI) global yang sulit tergantikan.

Melansir dari Bloomberg, Selasa (14/4/2026), Huang menyampaikan seruan yang secara langsung menantang narasi eksodus tersebut. "Saya katakan kepada semua orang, 'Pindahlah ke California. Jangan pergi. Pajaknya memang yang tertinggi di dunia, tetapi tidak masalah'," ujarnya.

Selain itu, "Cuacanya juga luar biasa," yang dalam konteks ini mencerminkan daya tarik kualitas hidup dan lingkungan inovasi California yang dinilai tetap unggul di luar persoalan pajak.

Baca Juga: Jensen Huang Tandai Akhir Investasi Besar Nvidia di OpenAI dan Anthropic

Tidak berhenti di situ, Huang menegaskan bahwa pilihan untuk tinggal di Silicon Valley merupakan keputusan sadar yang mencakup penerimaan terhadap beban pajak. Dalam pernyataan sebelumnya, dia menyebut dirinya "sepenuhnya baik-baik saja dengan kebijakan pajak baru apa pun," menandakan bahwa faktor non-fiskal memiliki bobot yang lebih besar dalam menentukan basis operasional perusahaan teknologi kelas dunia.

Pernyataan itu disampaikan dalam forum di Universitas Stanford yang juga menghadirkan anggota Kongres Ro Khanna serta mantan penasihat keamanan nasional H. R. McMaster. Diskusi menyoroti posisi Amerika Serikat dalam persaingan industri kecerdasan buatan, termasuk urgensi mempertahankan keunggulan inovasi di tengah kompetisi global, khususnya dengan Tiongkok.

Namun, pandangan Huang berdiri kontras dengan langkah sejumlah tokoh teknologi papan atas. Rencana kebijakan pajak kekayaan sebesar 5 persen yang diusulkan untuk menutup kekurangan anggaran layanan kesehatan telah memicu kekhawatiran serius di kalangan miliarder, mendorong sebagian dari mereka untuk memindahkan domisili.

Pendiri Google, Sergey Brin dan Larry Page, termasuk di antara figur yang dilaporkan meninggalkan California. Investor teknologi Peter Thiel juga mengalihkan ekspansi bisnisnya ke Miami melalui Thiel Capital, sementara David Sacks memilih Austin sebagai basis baru.

Pergerakan ini menandai pergeseran geografis pusat kekayaan dan inovasi di Amerika Serikat. Sementara negara bagian seperti Texas dan Florida menawarkan struktur pajak yang lebih ringan, sehingga menjadi alternatif menarik bagi pelaku industri. Meski demikian, daya tarik California tidak hanya ditentukan oleh faktor pajak semata.

Dalam perspektif yang lebih strategis, kekuatan utama California terletak pada konsentrasi talenta, akses terhadap modal ventura, serta kedekatan dengan institusi riset terkemuka dunia. Kombinasi ini menciptakan ekosistem yang hingga kini belum mampu direplikasi secara utuh oleh wilayah lain, bahkan dalam skala global.

Dengan kekayaan mencapai USD 152,3 miliar atau sekitar Rp 2.606 triliun (kurs Rp 17.120 per dolar AS) berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, Huang berada dalam posisi strategis untuk memengaruhi arah wacana industri teknologi global. 

Seruannya agar talenta dunia tetap "pindah ke California" menegaskan keyakinannya bahwa pusat gravitasi inovasi kecerdasan buatan masih bertumpu pada Silicon Valley, terlepas dari meningkatnya tekanan fiskal yang mendorong sebagian pelaku industri angkat kaki.

Baca Juga: Zuckerberg dan Huang Masuk Dewan Penasihat Teknologi Gedung Putih yang Akan Memengaruhi Kebijakan AI Global

EDITOR: Candra Mega Sari