← Beranda
AS Mulai Blokade Kapal ke Selat Hormuz, Babak Baru Konflik dengan Iran
Rian AlfiantoSelasa, 14 April 2026 | 20.41 WIB
Ilustrasi Selat Hormuz, yang memainkan peran penting dalam perang di Timur Tengah antara Iran melawan AS-Israel. (Naeblys-stock.adobe.co via Iloydslist)

JawaPos.com - Langkah Amerika Serikat (AS) memblokade kapal-kapal yang menggunakan pelabuhan Iran di kawasan Teluk resmi dimulai.

Ini menandai babak baru dalam konflik yang telah berlangsung enam minggu antara koalisi AS-Israel dan Iran. 

Kebijakan ini dipandang sebagai ujian ketahanan ekonomi bagi Teheran, sekaligus meningkatkan tensi geopolitik di kawasan strategis tersebut.

Komando Pusat militer AS atau US Central Command (Centcom) memang tidak mengumumkan secara resmi dimulainya blokade.

Baca Juga: Babak Baru Negosiasi Iran dan AS Bakal Digelar Kamis, 16 April 2026

Namun sebelumnya mereka menyebut kebijakan itu mulai berlaku pada Senin pukul 17.30 waktu Iran. 

Aturan tersebut mencakup seluruh kapal yang masuk atau keluar dari pelabuhan maupun wilayah pesisir Iran, sementara kapal yang menggunakan pelabuhan non-Iran tidak akan terdampak.

Presiden Donald Trump menyebut bahwa sebanyak 34 kapal telah melintasi Selat Hormuz pada Minggu. Namun, klaim tersebut tidak disertai bukti pendukung. 

Dalam pernyataannya di Gedung Putih, Trump juga mengatakan, "Kami telah dipanggil oleh pihak lain," yang menurutnya pihak lawan yang 'sangat ingin membuat kesepakatan'.

Sejak konflik dimulai pada 28 Februari melalui serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran, Trump berulang kali mengklaim bahwa Teheran telah menjalin komunikasi langsung dan mendesak tercapainya kesepakatan. 

Baca Juga: Donald Trump Tantrum Lagi, Kali Ini Tuduh Media AS Sebarkan Hoaks soal Perang Iran

Namun hingga kini, pernyataan tersebut belum pernah terverifikasi. Di sisi lain, Iran memperingatkan bahwa kebijakan terbaru Washington akan berdampak langsung pada masyarakat AS, khususnya dalam bentuk kenaikan harga bahan bakar. 

Teheran juga menegaskan siap melakukan pembalasan jika AS kembali melancarkan serangan militer.

Menanggapi hal itu, Trump mengeluarkan ancaman keras. Ia menyatakan bahwa kapal cepat Iran yang mendekati armada AS di kawasan akan 'segera dihilangkan' atau langsung dihancurkan.

Secara militer, armada laut AS diperkirakan akan menegakkan blokade di sebelah timur Selat Hormuz, tepatnya di Teluk Oman, wilayah yang relatif berada di luar jangkauan mudah rudal dan drone Iran. 

Meski demikian, belum jelas bagaimana Centcom akan menghentikan kapal tanker minyak yang mencoba menembus blokade tanpa memicu bencana lingkungan, mengingat serangan langsung berisiko menyebabkan tumpahan minyak besar.

Baca Juga: Donald Trump Isyaratkan Kuba Jadi Target Berikutnya Usai Iran, Havana Siap Melawan

Badan UK Maritime Trade Operations turut mengeluarkan peringatan kepada pelaut untuk meningkatkan kewaspadaan sambil menunggu panduan navigasi terbaru di kawasan tersebut.

Trump juga menegaskan bahwa pendekatan militer AS akan menggunakan 'sistem pembunuhan yang sama' terhadap kapal serang cepat Iran, merujuk pada operasi sebelumnya yang menenggelamkan puluhan kapal kecil di kawasan lain.

Blokade ini sendiri diperintahkan setelah perundingan AS-Iran di Islamabad selama 21 jam berakhir tanpa kesepakatan.

Tujuan utama kebijakan tersebut adalah menekan ekonomi Iran yang sangat bergantung pada ekspor minyak.

Sekaligus memaksa Teheran membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz bagi sekutu AS dan menghentikan program pengayaan uranium sepenuhnya.

Baca Juga: Trump Sebut Paus Leo XIV Liberal dan Tidak Tegas karena Menentang Serangan ke Iran

Menurut Miad Maleki dari Foundation for the Defense of Democracies, blokade ini berpotensi menyebabkan kerugian besar bagi Iran, dengan kehilangan ekspor sekitar 276 juta dolar AS per hari serta gangguan impor senilai USD 159 juta per hari.

Sementara itu, mengutip Guardian, total dampak ekonomi diperkirakan mencapai 13 miliar dolar AS per bulan.

Namun Iran tetap bersikukuh bahwa mereka masih memiliki kendali atas Selat Hormuz dan dapat menentukan kapal mana yang boleh melintas.

Teheran juga memperingatkan bahwa blokade justru akan mendorong lonjakan harga minyak global, yang kini telah kembali menembus 100 dolar AS per barel pasca kegagalan diplomasi di Islamabad.

Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, bahkan menyindir warga Amerika melalui unggahan di platform X dengan mengatakan, "Nikmati angka pompa saat ini".

Baca Juga: Perseteruan Donald Trump-Paus Leo XIV: Iran Puji Sikap Paus dan Kecam Trump

Ia menambahkan, "Dengan apa yang disebut 'blokade', segera Anda akan bernostalgia dengan bensin seharga USD 4-5," kata Ghalibaf.

Saat ini, harga rata-rata bensin di AS telah mencapai USD 4,13 per galon, naik signifikan dari USD 2,98 sebelum konflik pecah pada akhir Februari.

Trump sendiri mengakui bahwa harga bahan bakar bisa meningkat menjelang pemilu kongres, dengan mengatakan kepada Fox News bahwa harganya mungkin akan naik sedikit lebih tinggi.

 

EDITOR: Bayu Putra