JawaPos.com-Di tengah eskalasi konflik yang belum mereda di Timur Tengah, pemimpin Gereja Katolik dunia, Paus Leo XIV, menyampaikan harapan baru atas tercapainya gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran.
Dalam audiensi umum di Lapangan Santo Petrus pada Rabu (8/4), Paus Leo menyebut kesepakatan tersebut sebagai perkembangan positif yang membawa harapan di tengah situasi yang penuh ketegangan.
“Saya menyambut kabar ini dengan kepuasan dan sebagai tanda harapan yang mendalam,” ujarnya di hadapan umat.
Mengutip Vatican News, Paus Leo juga menegaskan bahwa satu-satunya jalan untuk mengakhiri perang adalah melalui dialog.
“Hanya dengan kembali ke meja perundingan kita dapat mengakhiri perang,” tegas rohaniawan asal Amerika Serikat (AS) itu.
Ia juga mengajak masyarakat dunia untuk mendukung proses diplomasi yang sedang berlangsung, termasuk melalui doa, agar semangat dialog dapat menjadi solusi bagi berbagai konflik global.
Sebagai bagian dari upaya spiritual, Paus Leo mengumumkan akan menggelar doa bersama untuk perdamaian dunia pada 11 April di Basilika Santo Petrus, Vatikan.
Acara tersebut terbuka untuk umum, baik yang hadir langsung maupun mengikuti secara daring, sebagai bentuk solidaritas global terhadap upaya perdamaian.
Gencatan Senjata yang masih Rapuh
Gencatan senjata dua pekan antara AS dan Iran diumumkan pada 7 April, setelah Presiden AS, Donald Trump, menarik ancaman serangan besar terhadap Iran. Namun, sejatinya situasi di lapangan masih jauh dari stabil.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa kesepakatan tersebut tidak mencakup Lebanon, wilayah yang masih menjadi medan pertempuran aktif.
Sejak konflik meluas, lebih dari 1.500 orang dilaporkan tewas di Lebanon akibat serangan militer yang terus berlanjut.
Seruan Paus Leo muncul di saat diplomasi internasional berada dalam kondisi genting.
Upaya negosiasi antara Washington dan Teheran tengah berjalan, namun di sisi lain, konflik di berbagai front masih berlangsung.
Pesan moral dari Vatikan ini menjadi pengingat bahwa di tengah tarik-menarik kepentingan geopolitik, solusi damai tetap menjadi tujuan utama yang harus diperjuangkan.
Baca Juga: Harga Minyak Kembali di Tengah Keraguan Gencatan Senjata AS-Iran
Dengan gencatan senjata yang masih rapuh dan perbedaan sikap antarnegara yang belum terselesaikan, masa depan konflik Timur Tengah kini berada di persimpangan. Seruan Paus Leo menambah tekanan moral bagi para pemimpin dunia untuk benar-benar memanfaatkan momentum ini. (*)