← Beranda
Sekjen PBB Antonio Guterres Kecam Serangan Israel ke Lebanon, Ancam Gencatan Senjata
AntaraKamis, 9 April 2026 | 20.16 WIB
Petugas penyelamat berdiri di tengah puing-puing lokasi serangan Israel di Tyre, Lebanon. (TRT World)

JawaPos.com – Serangan brutal Israel ke Lebanon di Tengah gencatan senjata dengan Iran membuat marah Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, dengan tegas mengutuk serangan itu dan memperingatkan meningkatnya korban sipil dan risiko terhadap gencatan senjata.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan, Rabu (8/4), sebagaimana dilansir dari Antara, Guterres mengatakan serangan pada 8 April tersebut mengakibatkan ratusan warga sipil tewas dan terluka.

Korban tewas itu termasuk juga anak-anak, serta menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur sipil.

Baca Juga: Ingkari Kesepakatan, AS Sebut Lebanon Tidak Masuk dalam Kesepakatan Gencatan Senjata dengan Iran

Ia menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya jumlah korban sipil dan dengan keras mengecam jatuhnya korban jiwa.

Guterres juga menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Lebanon, serta berharap agar para korban yang mengalami luka-luka segera pulih.

“Dengan pengumuman gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat, aktivitas militer yang sedang berlangsung di Lebanon menimbulkan risiko serius terhadap gencatan senjata tersebut dan upaya menuju perdamaian yang langgeng serta menyeluruh di kawasan,” bunyi pernyataan tersebut.

“Sekretaris Jenderal kembali menyerukan kepada semua pihak untuk segera menghentikan permusuhan,” lanjut pernyataan.

Guterres menegaskan bahwa warga sipil dan infrastruktur sipil harus dilindungi setiap saat, serta serangan yang menargetkan mereka sebagai sesuatu yang “tidak dapat diterima.”

Baca Juga: Iran Tuduh AS Langgar Gencatan Senjata, Soroti Serangan Israel ke Lebanon dan Konflik Hormuz

Guterres menambahkan bahwa tidak ada solusi militer untuk konflik tersebut dan mendesak semua pihak untuk menempuh jalur diplomasi.

Ia juga menyerukan semua pihak untuk kembali berkomitmen pada implementasi penuh Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.

Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu pada Selasa (7/4).

Gencatan senjata itu bertujuan membuka jalan bagi kesepakatan akhir untuk menyudahi serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari, yang telah menewaskan dan melukai banyak orang.

Pengumuman tersebut disampaikan kurang dari dua jam sebelum berakhirnya tenggat yang berulang kali diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump, agar Iran membuka kembali Selat Hormuz dan menerima kesepakatan atau menghadapi “kehancuran seluruh peradaban.”

Baca Juga: Kutuk Serangan Pasca Gencatan Senjata, Mesir Sebut Serangan Israel di Lebanon upaya Kacaukan Kawasan

EDITOR: Bayu Putra