← Beranda
Israel Klaim Hancurkan Jantung Petrokimia Iran, Serangan ke South Pars Picu Ancaman Balasan Energi
Rian AlfiantoSelasa, 7 April 2026 | 17.58 WIB
Tim penyelamat Israel mencari orang hilang di tengah reruntuhan bangunan perumahan sehari setelah dihantam rudal Iran di Haifa, Israel, Senin, 6 April 2026. (Foto AP/Ariel Schalit)

JawaPos.com - Serangan terbaru Israel terhadap sektor energi Iran memasuki babak baru setelah fasilitas petrokimia terbesar negara itu di kawasan South Pars, dihantam dan diklaim mengalami kerusakan besar.

Serangan ini dinilai sebagai upaya langsung untuk melumpuhkan 'urat nadi' ekonomi Iran.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengumumkan bahwa militernya telah melancarkan serangan kuat ke kompleks petrokimia di Asaluyeh, pusat industri yang menopang sekitar 50 persen produksi petrokimia Iran.

South Pars gas field sendiri merupakan ladang gas terbesar yang diketahui di dunia dan menjadi tulang punggung energi Iran, berbagi wilayah dengan Qatar.

Baca Juga: Murka! Menlu Iran Nilai Serangan AS-Israel ke Sharif University of Technology sebagai Kejahatan terhadap Ilmu Pengetahuan

Kompleks di wilayah Pars tersebut memainkan peran vital dalam ekspor energi Iran.

Katz menyebut serangan ini sebagai pukulan ekonomi berat' karena dua fasilitas utama yang diserang disebut menyumbang sekitar 85 persen ekspor petrokimia Iran.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa fasilitas tersebut telah dihancurkan dalam operasi militer yang lebih luas.

“Kami secara sistematis menghilangkan mesin uang Garda Revolusi,” ujar Netanyahu, merujuk pada Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Ia menambahkan, Israel tidak hanya menargetkan fasilitas industri, tetapi juga personel dan tokoh penting dalam struktur militer Iran.

Baca Juga: Negosiasi dengan Iran, Trump: Pembukaan Selat Hormuz Prioritas Utama

Di sisi lain, National Petrochemical Company menyatakan bahwa kebakaran di fasilitas Pars berhasil dikendalikan dan tidak ada korban jiwa.

“Situasi saat ini terkendali, dan aspek teknis serta tingkat kerusakan masih dalam penyelidikan,” demikian pernyataan resmi yang dikutip media pemerintah.

Namun, laporan lokal menyebut serangan juga menghantam fasilitas petrokimia lain di Mahshahr dan Marvdasht, yang sebelumnya menewaskan sedikitnya lima orang.

Serangan ini mempertegas strategi Israel yang kini menyasar sektor industri strategis Iran.

Sebelumnya, Netanyahu mengklaim bahwa sekitar 70 persen kapasitas produksi baja Iran telah dihancurkan.

Baca Juga: Trump Ingin Hindari Serangan AS ke Pembangkit Listrik dan Jembatan Iran

Iran sebelumnya telah memperingatkan akan membalas setiap serangan terhadap fasilitas energinya.

Setelah serangan serupa bulan lalu, Teheran dilaporkan meluncurkan serangan ke kilang minyak dan fasilitas gas di kawasan Teluk, termasuk di Arab Saudi, Kuwait, dan Qatar.

Komando militer Iran bahkan mengancam 'penghancuran total' infrastruktur energi kawasan jika serangan Israel kembali terulang.

Eskalasi yang kini menyasar sektor energi strategis menandai perubahan signifikan dalam konflik Iran-Israel.

Dari serangan militer konvensional menjadi perang ekonomi terbuka yang berpotensi mengguncang pasar energi global dan stabilitas kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Anwar Ibrahim telepon Presiden Iran, 1 Kapal Malaysia Diizinkan Lewati Selat Hormuz

EDITOR: Bayu Putra