← Beranda
Anwar Ibrahim telepon Presiden Iran, 1 Kapal Malaysia Diizinkan Lewati Selat Hormuz
AntaraSelasa, 7 April 2026 | 15.43 WIB
Sekitar 1.900 kapal komersial tertahan di kawasan Selat Hormuz, terutama di Teluk Persia, sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026.

JawaPos.com – Di Tengah ketegangan di Timur Tengah, Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra) mengumumkan bahwa satu dari tujuh kapal komersial asal Malaysia sudah dapat izin untuk melintasi Selat Hormuz menuju samudera Hindia.

"Kementerian Luar Negeri dengan senang hati mengonfirmasi bahwa salah satu dari tujuh kapal komersial milik Malaysia yang sebelumnya terdampar di Selat Hormuz akibat situasi regional yang berkembang telah diberikan izin melintas dengan aman dan saat ini sedang menuju tujuan akhirnya," tulis pernyataan Wisma Putra di Kuala Lumpur, Selasa (7/4) sebagaimana dilansir dari Antara.

Wisma Putra menyatakan hasil positif ini diraih menyusul keterlibatan diplomatik tingkat tinggi antara pemimpin Malaysia dengan Iran.

Diplomasi tingkat tinggi yang dimaksud adalah percakapan telepon konstruktif pada 26 Maret 2026 antara Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Republik Islam Iran Masoud Pezeshkian.

Baca Juga: PBB Sebut Anggota TNI yang Terluka Akibat Serangan di Lebanon Selatan Sudah Stabil

Selain itu, Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan sebelumnya juga telah berdialog dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada 24 Maret 2026.

Wisma Putra menyatakan Malaysia tetap berkomitmen kuat pada prinsip kebebasan navigasi, keselamatan, dan keamanan pelayaran maritim, sesuai dengan hukum internasional.

Malaysia juga menegaskan kembali pentingnya dialog berkelanjutan dan keterlibatan diplomatik dalam menangani tantangan regional serta menjaga perdamaian dan stabilitas.

 

EDITOR: Bayu Putra