JawaPos.com - Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa pasukan Amerika dapat menghancurkan seluruh negara Iran hanya dalam satu malam.
"Seluruh negara dapat dihancurkan dalam satu malam, dan malam itu mungkin besok malam," kata Trump kepada wartawan seperti dikutip dari Anadolu, Selasa (7/4).
Ia juga memperketat tenggat untuk Iran, dan memperingatkan bahwa pada Selasa (7/4) malam pukul 8 malam EDT (0000 GMT Rabu), setiap jembatan dan pembangkit listrik di Iran akan dihancurkan jika tidak ada kesepakatan yang tercapai.
Trump juga mengatakan bahwa Washington saat ini ingin berurusan dengan pihak Iran yang bisa bernegosiasi dengan itikad baik.
Baca Juga: Netanyahu Bisiki Trump Jangan Mau Diajak Gencatan Senjata, AS-Israel vs Iran kian Memanas
Di sisi lain, Trump mengatakan misi penyelamatan kedua untuk seorang anggota militer AS yang hilang melibatkan 155 pesawat, termasuk empat pesawat pembom, 64 pesawat tempur, dan 48 pesawat tanker pengisian bahan bakar.
Sebelumnya ia mengatakan bahwa sekitar 200 personel Pasukan Khusus membantu dalam penyelamatan tersebut.
Trump menggambarkan penyelamatan itu sebagai pertaruhan besar, sekaligus mengatakan bahwa dirinya tak memungkiri bahwa hal itu dapat mengakibatkan banyak korban jiwa.
Dua pesawat besar yang dikirim untuk mengevakuasi awak pesawat dilaporkan terjebak di pasir basah, menimbulkan kekhawatiran bahwa mereka tidak akan dapat lepas landas karena berat personel dan peralatan.
Untuk mencegah Iran merebut teknologi militer AS yang sensitif, Trump mengatakan pesawat-pesawat itu dihancurkan di darat.
Baca Juga: Iran Sebut Kepala Intelijen IRGC Tewas dalam Serangan AS-Israel, Tel Aviv Akui Keterlibatan
Trump mengatakan bahwa selama 37 hari terakhir, pasukan AS telah melakukan lebih dari 10.000 penerbangan tempur di atas Iran, dan menyerang lebih dari 13.000 target.
Ia juga mengatakan bahwa F-15 yang jatuh adalah pesawat berawak pertama yang hilang akibat tembakan musuh selama operasi tersebut.