← Beranda
Iran Klaim Tembak Jatuh Pesawat Angkut C-130 Hercules Kedua Milik Militer AS
AntaraSenin, 6 April 2026 | 13.40 WIB
Jet tempur F-15E Strike Eagle AS yang ditembak jatuh di Iran. (CBS News)

JawaPos.com – Militer Iran mengklaim telah menembak jatuh pesawat angkut C-130 Hercules militer AS untuk kedua kalinya.

Pesawat itu terlibat dalam operasi penyelamatan kopilot jet tempur F-15E yang sebelumnya juga ditembak jatuh oleh militer Iran.

Menurut kantor berita Sputnik, sebagaimana dilansir dari Antara, Pernyataan itu disampaikan oleh Ebrahim Zolfaghari, juru bicara markas besar pusat komando militer Iran Khatam Al-Anbiya, pada Minggu.

Sebelumnya pada hari itu, komando Iran menyatakan bahwa upaya AS untuk menyelamatkan pilot kedua dari pesawat F-15E yang jatuh telah "gagal."

Baca Juga: Trump Ancam akan Serang Pembangkit Listrik dan Jembatan di Iran!

Pasukan militer Iran mengklaim telah menembak jatuh dua helikopter Black Hawk dan satu pesawat pendukung C-130.

"Sesuai informasi yang diterima sebelumnya, penyelidikan tambahan oleh para ahli di tempat kejadian menentukan bahwa, sebagai hasil dari tembakan intens dari para pejuang Iran, angkatan bersenjata menembak jatuh dua pesawat angkut militer C-130 dan dua helikopter Black Hawk milik tentara AS," menurut pernyataan tersebut, Minggu (5/4).

Sebelum komando militer pusat Iran menyampaikan pernyataan, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pilot kedua dari pesawat F-15E yang jatuh telah diselamatkan dan dalam keadaan aman.

Dia menambahkan bahwa puluhan pesawat terlibat dalam operasi penyelamatan tersebut.

Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, termasuk di Teheran.

Baca Juga: Rusia Tuduh Inggris Terlibat Langsung Serangan ke Iran, Singgung Peran Pangkalan Militer

Dampaknya adalah kerusakan infrastruktur dan jatuhnya korban jiwa di kalangan warga sipil.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

AS dan Israel awalnya mengklaim serangan "pencegahan" mereka diperlukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran.

Tetapi, belakangan AS dan Israel mengatakan bahwa mereka ingin membuat mengganti kekuasaan di Iran.

Baca Juga: Donald Trump Dikabarkan Sakit dan Dirawat Diam-Diam, Gedung Putih Buka Suara: Hoaks di Tengah Perang Iran

EDITOR: Bayu Putra