← Beranda
Serangan AS-Israel Dekati PLTN Bushehr, Ancaman Bencana Nuklir Bayangi Kawasan Teluk
Rian AlfiantoSenin, 6 April 2026 | 01.07 WIB
Ilustrasi AS-Israel serang fasilitas nuklir Iran di Bushehr. (Arab News)

JawaPos.com - Serangan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menyasar area dekat fasilitas nuklir Iran di Bushehr memicu kekhawatiran global akan potensi bencana yang jauh lebih besar. Insiden terbaru ini bahkan disebut berpotensi menimbulkan dampak radioaktif lintas negara di kawasan Teluk.

Serangan yang terjadi pada Sabtu (4/4) tersebut menghantam wilayah di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr, fasilitas yang sebagian dibangun dan dioperasikan dengan bantuan Rusia. Dalam insiden itu, seorang penjaga dilaporkan tewas.

Perusahaan energi nuklir Rusia, Rosatom, mengkonfirmasi korban adalah warga negara Iran dan menyatakan telah mengevakuasi stafnya sejak konflik Iran pecah pada akhir Februari. 

Baca Juga: 7 Bahasa Tubuh Ini Jadi Tanda Kamu Terjebak dalam Hubungan yang Toxic, Apa Saja?

Media Israel, Kan, melaporkan bahwa pejabat senior militer Israel berkoordinasi dengan pihak Rusia untuk mengevakuasi 198 pekerja dari lokasi tersebut, meski detail koordinasi tidak diungkapkan.

Kepala Rosatom, Alexei Likhachev, memperingatkan bahwa perkembangan di sekitar fasilitas Bushehr mulai mengarah pada 'skenario terburuk'. Ia juga telah melaporkan situasi ini kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengeluarkan peringatan keras. Ia menyebut serangan berulang terhadap fasilitas nuklir di pesisir selatan Iran itu bisa memicu kebocoran radioaktif yang dampaknya tidak hanya dirasakan di Iran.

“Ini bisa mengakhiri kehidupan di ibu kota negara-negara GCC (Dewan Kerja Sama Teluk), bukan di Teheran,” ujarnya.

Baca Juga: Bantu Cari Awak Jet Tempur F-15, Iran Klaim Tembak Jatuh Tiga Pesawat Militer AS 

Secara geografis, Bushehr memang lebih dekat ke negara-negara seperti Kuwait, Bahrain, dan Qatar dibandingkan ibu kota Iran, Teheran, membuat potensi dampak lintas batas menjadi sangat nyata.

Kepala International Atomic Energy Agency, Rafael Grossi, menyatakan belum ada peningkatan radiasi yang terdeteksi di lokasi. Namun, ia menegaskan keprihatinan mendalam atas serangan tersebut, yang merupakan insiden keempat dalam beberapa pekan terakhir.

“Fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir atau area di sekitarnya tidak boleh pernah menjadi target serangan,” tegas Grossi.

PLTN Bushehr sendiri menggunakan reaktor air bertekanan yang mampu menyuplai listrik bagi ratusan ribu rumah dan sektor industri. Meski demikian, kontribusinya terhadap total kebutuhan listrik Iran masih relatif kecil, hanya sekitar 1–2 persen.

Namun, Iran tengah berupaya memperluas fasilitas tersebut. Sejak 2019, proyek pengembangan telah dimulai untuk menambah dua reaktor baru, masing-masing berkapasitas 1.000 megawatt.

Baca Juga: Diselimuti Keberuntungan, 7 Shio Ini Punya Rezeki yang Tak Dimiliki Orang Lain

Dengan intensitas serangan yang meningkat dan lokasi fasilitas yang strategis, kekhawatiran akan potensi krisis nuklir regional kini semakin menguat, menjadikan konflik ini bukan sekadar perang konvensional, melainkan ancaman serius bagi keselamatan lintas negara.

EDITOR: Bintang Pradewo