← Beranda
Di Dewan Keamanan PBB, Israel Klaim Hizbullah Bertanggung Jawab atas Tewasnya 3 Pasukan UNIFIL dalam Serangan Bom
Mellyna Putri Diniar• Rabu, 1 April 2026 | 23.24 WIB
Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, menyampaikan klaim Hizbullah bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan pasukan UNIFIL di Lebanon selatan, di depan Dewan Keamanan PBB (Global News)

JawaPos.com - Di tengah meningkatnya ketegangan di perbatasan Lebanon-Israel, pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) menghadapi risiko serius akibat serangan yang menargetkan posisi mereka.

Investigasi awal menyebutkan dua dari tiga personel UNIFIL tewas akibat bom pinggir jalan, sementara satu personel lainnya meninggal setelah sebuah proyektil menghantam pos mereka di Lebanon selatan. Israel mengklaim kelompok bersenjata non-negara, diduga Hizbullah, bertanggung jawab atas insiden ini.

Peristiwa pertama terjadi pada Minggu malam ketika proyektil menghantam basis UNIFIL di dekat Aitaroun. Dua personel terluka parah; satu meninggal di lokasi dan satu lainnya diterbangkan ke Beirut untuk operasi.

Dilansir dari Global News, Rabu (1/4/2026), insiden berlanjut keesokan harinya di Bani Hayan, ketika ledakan menghantam kendaraan konvoi, menewaskan dua personel UNIFIL dan melukai dua lainnya. Semua korban yang terluka segera dilarikan ke rumah sakit.

Baca Juga: PBB Tolak Hukuman Mati, Desak Israel Cabut UU Baru

Seorang pejabat UNIFIL menyatakan, "Kami melihat tingkat kekerasan yang sangat tinggi terjadi di dekat posisi-posisi PBB saat ini. Proyektil diluncurkan bolak-balik antara Pasukan Pertahanan Israel dan aktor non-negara, yang diduga Hizbullah, serta terjadi baku tembak di sekitar posisi kami."

Seiring dengan meningkatnya ancaman ini, UNIFIL menegaskan bahwa semua pihak bertanggung jawab untuk memastikan keselamatan pasukan perdamaian, termasuk dari risiko insiden tempur yang tidak disengaja.

Selain itu, Israel mengklaim bahwa perangkat peledak di Bani Hayan berasal dari Hizbullah. Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, mengatakan, "Dalam insiden yang terjadi kemarin di dekat Bani Hayan, pasukan UNIFIL terkena perangkat peledak Hizbullah. Juga dalam insiden dekat Adaisseh al-Qusayr, di mana tentara UNIFIL tewas, IDF tidak menembak sama sekali. Hizbullah lah yang berada di balik insiden ini."

Lebih jauh, Israel menambahkan bahwa sejak 2 Maret, Hizbullah telah meluncurkan lebih dari 5.000 roket, rudal, dan drone yang menargetkan warga sipil Israel, dengan peluncuran dari infrastruktur sipil dekat posisi UNIFIL.

Sebelumnya, pihak Israel telah mengirim surat resmi kepada UNIFIL pada 22 Maret, memperingatkan bahwa aktivitas Hizbullah di sekitar posisi PBB membahayakan keselamatan personel.

Sementara itu, UNIFIL menegaskan investigasi masih berlangsung. "Dua personel tewas akibat bom pinggir jalan yang kemungkinan besar merupakan IED (alat peledak rakitan), sementara insiden pertama disebabkan oleh proyektil yang menghantam posisi personel Indonesia. Pada akhir investigasi, kami akan menyampaikan hasilnya dan jika ada pihak yang terbukti bertanggung jawab, kami akan mengajukan protes resmi," ujar perwakilan UNIFIL.

Insiden ini menegaskan kerentanan pasukan UNIFIL di zona konflik aktif, dengan risiko yang meningkat akibat keterlibatan aktor bersenjata dan penggunaan wilayah sipil sebagai basis operasi.

Baca Juga: TNI Gugur di Lebanon Akibat Serangan Israel, Dubes RI di PBB: Ini Bisa Masuk Kejahatan Perang

EDITOR: Candra Mega Sari