← Beranda
Pernyataan Netanyahu Bandingkan Yesus Kristus dengan Genghis Khan Picu Reaksi Global, Menlu Iran Ikut Mengecam
Rian AlfiantoMinggu, 22 Maret 2026 | 18.37 WIB
PM Israel Benjamin Netanyahu. (Facebook/CGTN Frontline)

JawaPos.com - Pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang membandingkan Yesus Kristus dengan Genghis Khan kini berbuntut panjang. Selain menuai kritik dari kalangan umat Kristen, kecaman juga datang dari pemerintah Iran yang menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap tokoh suci agama.

Kontroversi bermula dari pernyataan Netanyahu dalam pidato yang disiarkan televisi pada Kamis. Ia menyebut bahwa dalam sejarah, kekuatan kerap mengalahkan moralitas.

“Yesus Kristus tidak memiliki keunggulan dibandingkan Genghis Khan. Karena jika Anda cukup kuat, cukup tanpa belas kasihan, cukup berkuasa, maka kejahatan akan mengalahkan kebaikan. Agresi akan mengalahkan moderasi,” ujar Netanyahu.

Baca Juga: 5 Shio Ini Bakal Hidup Kaya Raya di Hari Tua, Rezeki Lebih dari Berkecukupan

Pernyataan itu dengan cepat viral di media sosial dan memicu kemarahan, dengan banyak pihak menilai ucapan tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap Yesus.

Iran Ikut Mengecam

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi turut menanggapi keras pernyataan tersebut. Ia menuding Netanyahu tidak menghormati Yesus, sekaligus mengkritik sikapnya yang dinilai memuji sosok Genghis Khan.

Araghchi menyoroti ironi bahwa Netanyahu selama ini bergantung pada dukungan komunitas Kristen, khususnya di Amerika Serikat.

“Bagi seseorang yang sangat bergantung pada itikad baik umat Kristen di Amerika Serikat, penghinaan terbuka terhadap Yesus Kristus sangat mencolok,” ujarnya melalui platform X pribadinya.

Ia juga mengecam apa yang disebutnya sebagai 'pujian tanpa batas' Netanyahu terhadap Genghis Khan, yang ia gambarkan sebagai salah satu tokoh paling kejam dalam sejarah.

Menurut Araghchi, pernyataan tersebut sejalan dengan citra Netanyahu yang ia sebut sebagai penjahat perang yang paling dicari.

Reaksi Publik Meluas

Gelombang kecaman juga membanjiri media sosial. Sejumlah warganet menyebut pernyataan Netanyahu sebagai anti-Kristen dan tidak pantas diucapkan oleh seorang pemimpin dunia.

“Ini salah satu komentar paling menjijikkan terhadap umat Kristen yang pernah saya dengar dari seorang pemimpin dunia,” tulis seorang pengguna X.

Komentar lain menyebut bahwa pernyataan tersebut menunjukkan sikap anti-Kristen Netanyahu, sementara sebagian lainnya mempertanyakan mengapa pernyataan semacam itu kerap dianggap bisa diterima.
Klarifikasi Netanyahu

Menanggapi kritik yang meluas, Netanyahu sebelumnya telah membantah bahwa dirinya bermaksud menghina Yesus. Ia menegaskan bahwa pernyataannya hanya mengutip pemikiran sejarawan Will Durant.

“Peradaban yang secara moral lebih unggul tetap bisa jatuh jika tidak memiliki kekuatan untuk mempertahankan diri. Tidak ada maksud untuk menyinggung,” ujarnya.

Namun, polemik terus berkembang, memperlihatkan sensitifnya isu yang menyangkut tokoh agama di tengah dinamika politik dan konflik global.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah