← Beranda
Trump Klaim Kemenangan Dini atas Iran, Tapi Operasi Militer AS Disebut Masih Berlanjut
Rian Alfianto• Jumat, 13 Maret 2026 | 16.58 WIB
Presiden AS Donald Trump. (REUTERS/David Becker/Files).

 

JawaPos.com - Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan kemenangan Amerika Serikat (AS) dalam konflik melawan Iran. Pernyataan itu disampaikan di hadapan para pendukungnya dalam sebuah rapat umum di Hebron, Kentucky, Selasa (11/3) waktu setempat.

Dalam pidatonya, Trump menyatakan perang telah dimenangkan hanya dalam waktu singkat setelah dimulai.

“Kami telah menang. Kami telah mencapai kemenangan. Kami menang dalam waktu satu jam sejak dimulai, dan perang telah berakhir,” kata Trump di hadapan massa pendukungnya.

Namun pernyataan kemenangan itu disampaikan dengan nada yang terkesan kontradiktif. Pada kesempatan yang sama, Trump juga mengatakan bahwa misi militer Amerika Serikat belum sepenuhnya selesai dan operasi masih akan dilanjutkan.

“Kita harus menyelesaikan misi kita,” ujarnya.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Komdigi Perketat Patroli Siber untuk Tangkal Hoaks Mudik Gratis

Trump kembali menegaskan alasan di balik operasi militer terhadap Iran. Ia mengklaim serangan Amerika telah memberikan kerusakan besar pada kemampuan militer Teheran.

“Amerika Serikat secara efektif telah menghancurkan Iran. Kami tidak ingin kembali ke situasi yang sama setiap dua tahun,” kata Trump.

Klaim Target Iran Hampir Habis

Dalam wawancara dengan media daring Axios pada hari yang sama, Trump bahkan menyebut hampir tidak ada lagi target militer Iran yang tersisa untuk diserang.
Ia juga mengisyaratkan bahwa keputusan untuk mengakhiri perang sepenuhnya berada di tangannya.

“Perang ini akan berakhir kapan pun saya ingin perang ini berakhir,” ujar Trump.

Sebelumnya, dalam konferensi pers pada 9 Maret, Trump juga menyampaikan klaim mengenai dampak besar operasi militer AS terhadap fasilitas persenjataan Iran.

“Kami telah menghancurkan sekitar 80 persen pangkalan rudal dan landasan peluncur mereka,” katanya, seraya menambahkan bahwa perang akan segera berakhir.

Iran: Klaim Kemenangan Tak Mengakhiri Perang

Di pihak lain, Iran menegaskan bahwa konflik belum selesai meskipun Trump mengumumkan kemenangan secara sepihak.

Baca Juga: BPH Migas Pastikan Stok BBM RI Aman, Impor Paling Banyak dari Negara di Luar Kawasan Timur Tengah

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam wawancara dengan PBS pada 10 Maret menyatakan bahwa deklarasi kemenangan dari Washington tidak serta-merta mengakhiri konflik.

“Bahkan jika Presiden Trump secara sepihak menyatakan kemenangan dalam perang, konflik itu tidak berakhir,” kata Araghchi.

Laporan media Inggris The Guardian juga menyebut Iran telah dua kali menolak proposal gencatan senjata yang diajukan Amerika Serikat. Teheran bahkan memberi sinyal akan tetap melanjutkan serangan dalam bentuk tertentu.

Pengumuman kemenangan oleh Trump juga memicu spekulasi politik di Washington. Sejumlah analis menilai pernyataan tersebut bisa menjadi bagian dari strategi keluar dari perang yang berpotensi mempengaruhi pemilu sela Amerika Serikat pada November mendatang.

Konflik dengan Iran dipandang sebagai salah satu faktor yang berisiko menekan dukungan politik terhadap pemerintahan Trump.

Sementara itu, Iran tetap menegaskan bahwa perang hanya bisa benar-benar berakhir jika tercapai kesepakatan permanen, termasuk jaminan dari Amerika Serikat bahwa tidak akan kembali menyerang negara tersebut di masa depan.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan