← Beranda
Influencer Sayap Kanan Amerika Charlie Kirk Tewas Ditembak saat Pidato di Universitas Utah
Ahmad Rosyid MustaghfirinKamis, 11 September 2025 | 18.23 WIB
Charlie Kirk saat bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump (14/6/2025). (Instagram/charliekirk1776)

JawaPos.com - Influencer sekaligus aktivis konservatif Amerika Serikat (AS) Charlie Kirk tewas ditembak. Komentator politik AS itu terkena tembak di bagian leher saat menghadiri sebuah acara di Universitas Utah, Rabu (10/9) waktu setempat.

Gubernur Utah Spencer Cox menyebut insiden tersebut sebagai sebuah “pembunuhan politik.” Hingga enam jam setelah penembakan, otoritas setempat belum mengumumkan identitas tersangka maupun melakukan penahanan. Media AS, mengutip sumber kepolisian, melaporkan belum ada pelaku yang ditahan. 

Dilansir dari Reuters, Direktur FBI Kash Patel menyampaikan bahwa seorang individu sempat diamankan untuk dimintai keterangan, namun kemudian dilepaskan. “Penyelidikan kami masih berlanjut,” tulisnya di media sosial. 

Dalam konferensi pers terpisah, Gubernur Cox mengungkapkan polisi sedang mewawancarai seorang “orang yang menarik,” namun tidak memberikan detail lebih lanjut.  

Baca Juga: Charlie Kirk Tewas Ditembak di Utah Valley University, Begini Respon Presiden AS Donald Trump

Komisaris Keamanan Publik Utah Beau Mason mengatakan pelaku yang melepaskan satu tembakan mematikan ke arah Kirk masih buron. Presiden Donald Trump melalui pesan video dari Gedung Putih berjanji akan mengejar pelaku.  

“Pemerintahan saya akan menemukan setiap orang yang terlibat dalam kekejian ini dan tindak kekerasan politik lainnya, termasuk organisasi yang mendanai dan mendukungnya,” kata Trump di platform Truth Social. 

Trump memerintahkan seluruh bendera AS dikibarkan setengah tiang hingga Minggu untuk menghormati Kirk.

Kronologi Penembakan

Dalam video yang beredar memperlihatkan Kirk sedang berbicara di hadapan sekitar 3.000 orang di Universitas Utah Valley, Orem, pukul 12.20 siang waktu setempat, saat terdengar suara tembakan.  

Beberapa saat sebelum ditembak, Kirk mendapat pertanyaan dari audiens terkait kekerasan senjata. “Apakah Anda tahu berapa banyak pelaku penembakan massal di Amerika dalam 10 tahun terakhir?” tanya seorang peserta.  

Kirk menjawab apakah penembakan massal yang dimaksud menghitung atau tidak menghitung kekerasan geng. Lalu ia tertembak hanya beberapa detik setelahnya. 

Kirk terlihat memegang lehernya sebelum jatuh dari kursi yang membuat penonton panik dan berlarian. Rekaman lain menunjukkan darah mengucur deras dari lehernya. Polisi menduga tembakan dilepaskan dari atap gedung dengan jarak cukup jauh.  

Kepala kepolisian kampus Jeff Long menyebut ada enam petugas yang bertugas di lokasi dengan dibantu tim keamanan pribadi Kirk. 

Baca Juga: BCA Duga Pelemahan Dolar AS Seperti Disengaja untuk Genjot Ekspor Amerika Serikat

Pernyataan Politik

Gubernur Cox menyebut insiden ini sebagai hari kelam dan menyebutnya sebagai pembunuhan politik. “Ini adalah hari yang gelap bagi negara bagian kita, hari yang tragis bagi bangsa kita. Saya ingin menegaskan bahwa ini adalah pembunuhan politik,” ujarnya. 

Sementara itu, Trump menyoroti situasi politik yang memanas di AS. “Selama bertahun-tahun, kaum radikal kiri telah menyamakan orang Amerika hebat seperti Charlie dengan Nazi dan penjahat paling kejam di dunia. Retorika seperti ini secara langsung bertanggung jawab atas terorisme yang kita lihat di negeri ini, dan harus dihentikan sekarang juga,” katanya. 

Upaya mengheningkan cipta di DPR AS pun diketahui sempat ricuh akibat saling berteriak antaranggota parlemen. 

Gelombang Kekerasan Politik

Meskipun motif penembakan belum jelas, AS saat ini tengah menghadapi gelombang kekerasan politik terbesar sejak 1970-an. Reuters mencatat lebih dari 300 aksi kekerasan bermotif politik sejak serangan ke Gedung Capitol pada 6 Januari 2021. 

Serangkaian insiden serupa sebelumnya termasuk upaya pembunuhan terhadap Trump di Pennsylvania pada Juli 2024, penyerangan terhadap pejabat Partai Demokrat, hingga rencana penculikan Gubernur Michigan Gretchen Whitmer oleh kelompok milisi pada 2020. 

Politisi lintas partai mengecam insiden penembakan Kirk. Wakil Presiden JD Vance bahkan memberikan doa penghormatan untuk aktivis tersebut yang ditulis di X. "Berikanlah dia istirahat abadi, ya Tuhan," tulisnya. 

Pemimpin Minoritas DPR dari Partai Demokrat Hakeem Jeffries mengaku terkejut dengan pembunuhan Charlie Kirk di Universitas Utah Valley.  

"Kekerasan politik dalam bentuk apapun dan terhadap siapapun tidak dapat diterima dan sepenuhnya bertentangan dengan nilai-nilai Amerika. Kami berdoa bagi keluarganya di tengah tragedi ini,” katanya. 

Kirk dikenal sebagai salah satu pendiri organisasi konservatif Turning Point USA, kelompok pemuda sayap kanan terbesar di AS yang berperan penting dalam mendongkrak dukungan pemilih muda bagi Trump pada Pilpres lalu. Trump bahkan pernah memuji kontribusi Kirk.  

“Kalian memiliki pasukan akar rumput Turning Point. Ini bukan kemenangan saya, ini kemenangan kalian,” ujarnya dalam sebuah kampanye di Phoenix. 

Kirk memiliki 5,3 juta pengikut di X, membawakan podcast dan program radio populer “The Charlie Kirk Show,” serta sempat menjadi pembawa acara tamu di Fox & Friends. Ia dikenal vokal menyerang media arus utama dan kerap mengangkat isu kontroversial seputar ras, gender, dan imigrasi. Kirk meninggalkan seorang istri dan dua anak kecil.*

EDITOR: Ilham Safutra