← Beranda
Yaman Memanas: PM Houthi Ahmed al-Rahawi dan Sejumlah Menteri Gugur dalam Serangan Udara Israel
Mellyna Putri DiniarSenin, 1 September 2025 | 18.56 WIB
Kobaran api membumbung dari lokasi serangan udara Israel di Sanaa, Yaman, 24 Agustus 2025. (Al Jazeera)

JawaPos.com — Kelompok Houthi di Yaman mengonfirmasi bahwa Perdana Menteri mereka, Ahmed Ghaleb Nasser al Rahawi, tewas dalam serangan udara Israel yang menghantam ibu kota, Sanaa, pada Kamis (28/8).

Serangan tersebut juga menewaskan sejumlah menteri lain, meski jumlah pasti korban dari jajaran pemerintahan belum diungkapkan.

Dilansir dari Al Jazeera, Minggu (31/8/2025), al-Rahawi menjadi pejabat paling senior yang terbunuh sejak Israel mulai menggencarkan serangan ke Yaman dalam beberapa bulan terakhir. Dalam pernyataan resmi, Houthi menyebut serangan itu terjadi saat para pejabatnya menghadiri sebuah rapat kerja.

Kepresidenan Houthi menggambarkan al-Rahawi sebagai “mujahid” dan menyebut kematiannya sebagai syahid.

"Kami mengumumkan kesyahidan mujahid Ahmed Ghaleb al-Rahawi, perdana menteri Pemerintah Perubahan dan Pembangunan, bersama beberapa menteri lainnya pada Kamis lalu,” demikian pernyataan resmi Houthi.

Serangan Israel yang Menargetkan Pimpinan Houthi

Militer Israel menyebut serangan tersebut diarahkan pada “target militer rezim teroris Houthi” di Sanaa. Media Israel melaporkan bahwa serangan Kamis lalu menargetkan seluruh kabinet Houthi, termasuk perdana menteri dan 12 menteri lain.

Serangan itu terjadi hanya empat hari setelah Israel menggempur Sanaa pada 24 Agustus, yang menewaskan 10 orang dan melukai lebih dari 90 orang. Dalam serangan sebelumnya, Israel mengklaim menghantam situs militer Houthi dan istana kepresidenan.

Menurut Al Jazeera, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menilai serangan-serangan awal tidak cukup untuk menghentikan Houthi. Ia kemudian mendorong strategi baru yang menargetkan para pemimpin, mirip dengan operasi Israel terhadap kelompok Hezbollah, Hamas, dan Jihad Islam.

Respons Houthi: Janji Balas Dendam dan Dukungan Gaza

Mahdi al-Mashat, Ketua Dewan Politik Tertinggi Houthi, menegaskan kelompoknya akan membalas serangan tersebut.

“Kami akan menuntut balas, dan dari luka terdalam ini akan lahir sebuah kemenangan,” katanya dalam pesan video.

Baca Juga: Houthi Ancam Bakar Laut Merah: Siap Serang Kapal Perang AS Jika Iran Diserang Lagi

Dalam pernyataan lain, kepresidenan Houthi menegaskan bahwa lembaga pemerintahan tetap berjalan meski sejumlah pejabat senior tewas.

“Darah para syuhada agung akan menjadi bahan bakar untuk melanjutkan perjuangan di jalur yang sama,” bunyi pernyataan itu.

Al-Mashat juga menegaskan komitmen mereka pada isu Palestina.

“Kepada rakyat Gaza, sikap kami tetap teguh hingga agresi berhenti dan blokade dicabut, apa pun tantangannya,” ujarnya.

Selama beberapa bulan terakhir, Houthi aktif melancarkan serangan terhadap Israel dan kapal-kapal Barat di Laut Merah serta Teluk Aden, yang mereka klaim sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina. Pada Rabu lalu, kelompok itu mengaku bertanggung jawab atas serangan rudal ke Israel selatan, meski berhasil dicegat sistem pertahanan udara Israel.

Kematian al-Rahawi menandai eskalasi baru dalam konflik Yaman, sekaligus memperluas dampak perang Gaza ke kawasan lain di Timur Tengah. (*)

EDITOR: Siti Nur Qasanah