JawaPos.com - Pasukan Israel serang rumah sakit yang berada tepi barat Palestina, Selasa (30/1), yang menewaskan tiga militan.
Menurut militer Israel dan pejabat Palestina, tiga orang yang tewas termasuk komandan Hamas.
Wisam Sbeihat selaku pejabat tinggi kesehatan di Jenin, Palestina, menyatakan bahwa pasukan Israel memasuki Rumah Sakit Ibnu Sina dengan pakaian sipil serta senjata.
Para masukan tersebut memasuki kamar, tempat komandan Hamas bernama Mohammad Jalamneh yang tinggal bersama dua temannya.
Dilansir dari nytimes.com, video pengawas yang dirilis Kementerian Kesehatan Otoritas Palestina pada Selasa (30/1) memperlihatkan beberapa pria bersenjata dengan pakaian sipil.
Selain itu, satu orang dengan pakaian jas medis dan satu orang lagi dengan pakaian berwarna biru, berjalan melewati aula rumah sakit dan mengacungkan senjata.
Wisam Sbeihat sebagai dokter di rumah sakit tersebut, melalui telepon menyatakan bahwa mereka telah membunuh tiga orang lain, termasuk seorang pasien, serta menangkap dua pekerja medis Palestina.
Baca Juga: Bunuh 3 Tentara AS, Hamas: Kami Akan Lindungi Rakyat Kami
Hamas, melalui sebuah pernyataan bahwa berduka atas meninggalnya Mohammad Jalamneh sebagai pemimpin Brigade Al-Qassam.
Militer Israel menyatakan bahwa ketiganya terlibat dalam aktivitas militan dan termasuk serangan terhadap warga Israel.
Kata militer Israel, Mohammad Jalamneh juga berencana akan melakukan serangan teror dalam waktu dekat dan menggunakan rumah sakit sebagai persembunyian.
Hal tersebut juga dijelaskan oleh Wisam Sbeihat, bahwa Basil Ghazzawi menemani Mohammad Jalamneh yang sedang dirawat di bangsal rehabilitas rumah sakit. Menurut Israel keduanya melakukan persembunyian di dalam rumah sakit.
Melonjaknya kekerasan di Tepi Barat Palestina yang diduduki oleh Israel, menjadi tempat dari jutaan warga Palestina yang hidup di bawah kekuasaan Israel.
Hal tersebut, memicu kekhawatiran terjadinya krisis Timur Tengah yang diakibatkan perang Israel melawan Hamas di Gaza.
Setidaknya, perang di Gaza, sejumlah 367 warga Palestina telah dibunuh oleh tentara Israel. Sedangkan kata PBB pada hari Senin (29/1) warga sipil Palestina di tepi barat dan Yerusalem Timur memiliki jumlah korban jiwa tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Anggota Parlemen Israel Curiga Terdapat Musuh Dalam Selimut yang Bekerja Sama dengan Hamas
Melalui serangan tersebut, Israel telah meningkatkan upayanya untuk menindak, melalui aktivitas militan Palestina yang berada di tepi barat.
Serangan tersebut dilakukan sejak serangan mendadak yang dilakukan Hams pada tanggal 7 Oktober 2023 terhadap Israel, sehingga memicu perang besar-besaran.
Setidaknya, sejak awal perang terjadi, lebih dari 2.960 warga Palestina telah ditangkap hampir setiap hari, menurut militer Israel.
***