← Beranda
Kaleidoskop 2023: Gaza Membara Akibat Konflik Israel-Hamas, Seruan Gencatan Senjata Permanen Semakin Keras
Edy PramanaSelasa, 26 Desember 2023 | 14.35 WIB
Orang-orang berpelukan setelah tahanan Palestina dibebaskan di tengah kesepakatan pertukaran sandera antara Hamas dan Israel, di Ramallah di Tepi Barat yang diduduki Israel, 28 November 2023.

JawaPos.com - Jalur Gaza kembali membara akibat konflik Israel-Hamas yang tak kunjung mereda. Terbaru, militer Israel melakukan serangan pada Sabtu (23/12) malam dan menyebabkan ratusan orang meninggal. Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan pada Minggu (24/12) setidaknya sekitar 70 orang meninggal di penampungan Maghazi, Gaza Tengah. Serangan Israel juga terjadi di tempat pengungsian Bureij. Juru Bicara Kementerian Kesehatan Ashraf al-Qudra mengungkapkan bahwa jumlah korban meninggal di tempat pengungsian Maghazi bisa bertambah.

"Apa yang terjadi di kamp Maghazi adalah pembantaian yang dilakukan di sebuah lapangan pemukiman yang padat," ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan Ashraf al-Qudra dilansir Aljazeera.

Hingga kini, jumlah korban akibat konflik Israel-Hamas di Gaza telah mencapai lebih dari 20 ribu warga Palestina tewas. Sementara, 50 ribu lebih mengalami luka-luka. Sedangkan lebih dari 1.000 warga Israel disebut meninggal dalam konflik tersebut.

Tragedi kemanusiaan di Gaza terjadi akibat balasan atas serangan lintas batas yang diluncurkan Hamas pada 7 Oktober 2023. Serangan yang dilakukan oleh militan Hamas bukan hanya menyebabkan warga Israel tewas, puluhan orang juga disandera. Penyerangan yang dilakukan oleh militan Hamas di wilayah Israel itu dilakukan dengan menggunakan teknik penyamaran.

Serangan mendadak Hamas ke wilayah Israel tersebut membuat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara tegas mengambil sikap untuk berperang melawan Hamas. “Musuh kita akan membayar harga yang belum pernah diketahui sebelumnya. Kami sedang berperang dan kami akan memenangkannya," sebut Benjamin Netanyahu.

Terbaru, Netanyahu menegaskan pemerintahnya tidak akan menghentikan perang di Gaza sampai target-target Israel tercapai. "Saya akan melakukan apa pun yang saya bisa untuk memastikan bahwa Gaza tidak menjadi ancaman bagi Israel, baik oleh Hamas ataupun Fatah," kata Netanyahu.

 

Dewan Keamanan PBB dijadwalkan melakukan pemungutan suara atau voting untuk resolusi gencatan senjata di Gaza.
Dewan Keamanan PBB dijadwalkan melakukan pemungutan suara atau voting untuk resolusi gencatan senjata di Gaza.

Pernyataan Netanyahu itu mengacu pada sikapnya yang menolak membiarkan Gaza dikuasai Hamas maupun Otoritas Palestina pada periode pascaperang. Netanyahu juga menekankan target-target Israel dalam perang di Gaza. "Hamas dimusnahkan dan semua sandera dibebaskan," sebut Netanyahu.

Konflik berkepanjangan tersebut telah membuat penderitaan yang luar biasa di Palestina. Natal 2023 dirayakan di tengah keprihatinan yang mendalam. Hamas memuji keputusan umat Kristen di Palestina yang membatasi perayaan Natal 2023 di tengah perang Israel di Jalur Gaza.

“Hari raya umat Kristen kami tahun ini berlangsung di tengah agresi fasis yang diluncurkan (pasukan) pendudukan terhadap seluruh komponen rakyat Palestina yang menargetkan semua masjid maupun gereja,” ungkap Hamas lewat pernyataan.

“Kami mengapresiasi posisi umat Kristiani Palestina yang kami hormati yang membatasi perayaan mereka tahun ini dan bersama dengan rakyat kami di Jalur Gaza, yang menjadi sasaran agresi brutal Zionis,” imbuh pernyataan tersebut.

Menurut Hamas, keputusan itu menegaskan bahwa masyarakat Palestina baik Muslim maupun Kristen, sama-sama tangguh dalam menjaga identitas serta melindungi kesakralan Islam dan Kristen. Umat Kristiani Palestina telah mengumumkan pembatalan seluruh perayaan Natal, seperti tidak menyalakan pohon Natal untuk pertama kalinya dalam sejarah Palestina sejak Nakba 1948.

Sementara itu, Otoritas Bethlehem yang ikut berduka atas tragedi kemanusiaan di Gaza, memutuskan untuk tidak memasang pohon Natal besar yang biasanya berdiri megah dengan penuh lampu berwarna-warni. Sebagian masyarakat Bethlehem merayakan Natal dengan amat sederhana. Mereka mewujudkan solidaritasnya untuk saudara-saudara di Gaza.

“Betlehem adalah sebuah pesan. Ini bukan sebuah kota, ini adalah pesan perdamaian bagi seluruh dunia. Dari tempat suci ini kami menyampaikan pesan perdamaian, hentikan perang dan hentikan pertumpahan darah, pembunuhan dan balas dendam,” ungkap Pastor Ibrahim Faltas. "Natal kali ini datang ke Betlehem dalam bentuk berbeda. Betlehem, seperti kota-kota Palestina lainnya sedang berduka. Ini membuat kami sangat sedih,” ungkap Wali Kota Hanna Hanania.

Tindakan Israel melakukan serangan balasan secara membabi buta tetap tak bisa dibenarkan. Sejumlah pihak menyebut Israel telah melakukan genosida di Gaza dan meminta segera dihentikan. Paus Fransiskus bahkan menyebut situasi di Gaza sebagai tindakan terorisme.

Jeda Kemanusiaan

Angin segar berembus terkait konflik Israel-Hamas pada akhir November 2023. Israel dan Hamas menyepakati gencatan senjata sementara untuk jeda kemanusian. Dalam kesepakatan itu, perang dihentikan sementara demi memberikan kesempatan masuknya bantuan untuk korban perang termasuk pengungsi. Selain itu, juga dilakukan pertukaran sandera.

Gencatan senjata antara pasukan Israel dan Hamas di Jalur Gaza dimulai pada Jumat (24/11). Jeda kemanusiaan tersebut merupakan yang pertama kali setelah konflik antara Israel-Hamas sejak 7 Oktober 2023. Harapan baru kembali muncul saat muncul kesepakatan perpanjangan gencatan senjata sementara. Sebelum perpanjangan, Hamas telah membebaskan 50 sandera Israel dan warga negara asing lainnya. Sementara, Israel telah membebaskan 150 tahanan Palestina. Gencatan senjata sementara ini diprakarsai oleh Qatar.

Hanya saja, ketika kesepakatan berakhir, Israel kembali menyerang Gaza dengan tujuan melumpuhkan pejuang Hamas. Tindakan Israel kembali membuat dunia bersuara. PBB dan sejumlah negara lain menyerukan agar gencatan senjata permanen segera diberlakukan. Bukan apa-apa, korban berjatuhan semakin banyak. Warga sipil dan anak-anak yang tak berdosa seolah nyawa mereka tak berarti. Selain itu, serangan Israel dilakukan membabi buta.

Peta peperangan Israel-Hamas tahun 2023.
Peta peperangan Israel-Hamas tahun 2023.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan rentetan pengeboman Israel tidak pandang bulu, menyebabkan korban umat Islam dan Kristen. "Tempat kelahiran Kristus, Bethlehem (kota Palestina di Tepi Barat), mengalami kesedihan yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Presiden Abbas. Abbas mengatakan bahwa pasukan Israel telah mengebom Rumah Sakit Baptis Evangelis, Pusat Kebudayaan Ortodoks, Aula Gereja Ortodoks Yunani, dan Gereka Keluarga Kudus, juga masjid, sekolah, dan rumah sakit di Gaza. "Agresi pendudukan menargetkan semua umat, semua rakyat kami, dan tempat-tempat suci Islam dan Kristen di Yerusalem dan Tepi Barat," kata Abbas.

Abbas menyerukan agar Natal menjadi momen untuk menghentikan perang dan agresi terhadap rakyat Palestina di Gaza dan seluruh wilayah Palestina yang diduduki.

Seruan Gencatan Senjata Permanen

Sejumlah upaya terus dilakukan untuk menghentikan tragedi kemanusiaan di Gaza imbas konflik Israel-Hamas. Pejabat Israel mengatakan bahwa Mesir telah mengusulkan kepada pemerintahnya dan Hamas untuk membuat kesepakatan baru, termasuk soal pembebasan warga Israel yang disandera di Gaza. "Usulan itu masih baru, tetapi penting dan positif," kata pejabat tersebut seraya menambahkan bahwa Mesir punya pengaruh signifikan terhadap Hamas, yang bisa membantu keberhasilan usulan soal pembebasan warga Israel yang disandera di Gaza.

Bersama Qatar, Mesir membantu memediasi gencatan senjata selama seminggu pada November, ketika Hamas membebaskan lebih dari 100 sandera dengan imbalan pembebasan 240 warga Palestina yang ditahan Israel. Hamas dan kelompok lain masih menyandera sekitar 129 orang.

Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat mengatakan bahwa sejumlah negosiator secara aktif bekerja dengan mitra internasional di Dewan Keamanan (DK) PBB mengupayakan resolusi penting guna mengatasi bencana kemanusiaan yang sedang terjadi di Gaza. "Kami masih bekerja sama dengan mitra-mitra kami di sana mengenai beberapa hal yang harus disampaikan. Tentu saja penting bagi kami agar situasi kemanusiaan di Gaza ditangani," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby.

Hamas sendiri mengumumkan bahwa kelompok-kelompok perlawanan di Palestina telah mengambil keputusan nasional untuk menolak pembicaraan dengan Israel soal kesepakatan pertukaran tahanan jika tidak ada gencatan senjata. Keputusan itu bergantung pada penghentian perang secara menyeluruh di Jalur Gaza.

Orang-orang melakukan operasi pencarian dan penyelamatan setelah serangan Israel di Deir al-Balah, Gaza. Sumber Foto: Anadolu/Getty Images
Orang-orang melakukan operasi pencarian dan penyelamatan setelah serangan Israel di Deir al-Balah, Gaza. Sumber Foto: Anadolu/Getty Images

Sementara, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Vershinin dan Duta Besar Turki untuk Rusia Tanju mendesak gencatan senjata segera di Jalur Gaza. Disebutkan bahwa kedua pihak menekankan pentingnya kebutuhan mendesak untuk menghentikan pertumpahan darah melalui gencatan senjata segera dan komprehensif. Dalam pernyataan tersebut tertulis juga bahwa penting untuk membangun akses kemanusiaan yang luas dan tanpa hambatan serta mencegah krisis merembet ke negara lain di kawasan.

Setali tiga uang, Inggris dan Prancis menyerukan gencatan senjata berkelanjutan. Menteri Luar Negeri Prancis Catherine Colonna menyampaikan harapannya agar gencatan senjata segera dan berkelanjutan diterapkan di Gaza. "Saya yakin upaya-upaya kami mengarah pada keinginan untuk segera melakukan gencatan senjata yang berkelanjutan," kata Colonna.

Sementara, Inggris juga sepakat dengan Prancis. “Apa yang ingin kami lihat adalah gencatan senjata sesegera mungkin, tetapi gencatan senjata itu harus berkelanjutan,” ujar Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron.

Tak ketinggalan, Indonesia menuntut agar gencatan senjata permanen yang sangat dibutuhkan warga sipil di daerah kantong Palestina diberlakukan. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menlu Aljazair Ahmed Attaf saat bertemu di Algiers, Rabu (20/12), sepakat bahwa mengatasi masalah inti, yaitu pendudukan ilegal Israel di Tanah Palestina, sangat penting untuk menjamin perdamaian abadi bagi rakyat Palestina. “Saya dan Menteri Attaf memiliki keyakinan yang sama bahwa Aljazair dan Indonesia dapat terus bekerja sama untuk membela keadilan dan kemanusiaan bagi rakyat Palestina,” kata Menlu Retno.

EDITOR: Edy Pramana