JawaPos.com - Israel dituduh telah menempatkan penembak jitu atau sniper beroperasi dan siap menembaki siapapun yang terlihat di dekat Rumah Sakit Al Shifa.
Kondisi itu telah membuat ribuan orang terjebak di rumah sakit Al Shifa yang sudah tak lagi beroperasi dan terkepung militer Israel.
Rumah Sakit Al Shifa, diketahui sudah berhenti beroperasi dan tidak memiliki listrik, air dan makanan.
Militer Israel sempat mengatakan mereka telah menawarkan untuk mengevakuasi bayi yang baru lahir di Rumah Sakit Al Shifa.
Mereka juga mengaku telah menempatkan 300 liter bahan bakar di pintu masuk rumah pada Sabtu (11/11) malam, tetapi tindakan tersebut dihalangi oleh Hamas.
Dilansir dari France24 pada Senin (13/11), pernyataan Israel tersebut dibantah Direktur Rumah Sakiit Al Shifa, Muhammad Abu Salmiya.
Muhammad Abu Salmiya menyebut Israel telah berbohong dan melakukan fitnah. Otoritas kesehatan di Gaza menyatakan sebanyak tiga dari 45 bayi di inkubator meninggal akibat berhenti beroperasinya Rumah Sakit Al Shifa.
"Rumah Sakit Al Shifa sekarang tidak berfungsi, tidak ada yang boleh masuk, tidak ada yang boleh keluar," ujar salah seorang dokter di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis di Gaza Selatan Mohammad Qandil dilansir dari Mirror UK
Lembaga Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan Rumah Sakit Al Quds juga tidak berfungsi dan mereka kini tengah berjuang untuk merawat pasien yang sudah berada disana dengan sedikit obat-obatan makanan dan air.
"Rumah Sakit Al Quds telah terputus dari dunia luar dalam 6-7 hari terakhir. Tidak ada jalan masuk, tidak ada jalan keluar," kata juru bicara Federasi Internasional Perhimpunan Palang merah dan Bulan Sabit Merah, Tommaso Della Longa.
***