← Beranda
Pesawat Pertama yang Membawa Amunisi AS Mendarat di Israel Berbarengan Pasukan Israel Berkumpul di Dekat Gaza
Erlia Ari YulisnawatiKamis, 12 Oktober 2023 | 01.39 WIB
AS diyakini akan menyediakan lebih banyak pencegat kepada Israel untuk melengkapi sistem pertahanan udara Iron Dome. Foto Dok. Aljazeera [Amir Cohen/Reuters]

JawaPos.com- Pesawat pertama yang membawa amunisi Amerika untuk serangan Israel ke Gaza telah mendarat di Israel.

Sementara itu, Militer Israel mengatakan 300.000 tentara telah berkumpul di dekat Jalur Gaza untuk kemungkinan serangan darat terhadap Hamas.

Pemberitahuan pada hari Rabu (11/10) tersebut muncul setelah Amerika Serikat mengatakan akan mengirimkan pasokan baru untuk pertahanan udara, amunisi dan bantuan keamanan lainnya kepada sekutunya untuk memerangi Hamas.

Baca Juga: Joe Biden Kecam Aksi Hamas dan Sebut Kejahatan, Bakal Bantu Israel Kirimkan Amunisi Militer

Selain amunisi, AS juga diyakini menyediakan lebih banyak interceptors (Pesawat Pencegat) kepada Israel untuk menambah kekuatan Iron Dome.

Dalam beberapa hari terakhir, rentetan roket dari Gaza telah menghantam beberapa target di Israel, menghindari sistem pertahanan udara yang sangat dibanggakan.

Israel merupakan penerima utama bantuan militer AS dalam jangka panjang dan juga menikmati aliran dukungan keuangan dari Amerika.

Baca Juga: Fakta-Fakta yang Harus Diketahui Terkait Serangan Hamas dan Israel dari Berbagai Sudut Pandang

Diketahui pada tahun 2016, Washington setuju untuk memberikan bantuan militer senilai $38 miliar kepada Tel Aviv selama 10 tahun.

Hal tersebut merupakan paket bantuan militer terbesar yang pernah diberikan kepada satu negara.

Dalam fase konflik saat ini, Israel membutuhkan senjata kecil untuk infanteri dan pertahanan udara untuk melindungi infrastruktur sipil dan pusat komando dan kontrol militer.

Baca Juga: Playboy Pecat Mia Khalifa, Imbas Postingan Dukung Palestina dalam Serangan Hamas Terhadap Israel

Hanya beberapa jam sebelum pengumuman terbaru tentang bantuan militer, Presiden AS Joe Biden menegaskan kembali dukungannya untuk Israel, menggambarkan serangan Hamas pada hari Sabtu sebagai "tindakan kejahatan belaka".

Biden juga memperingatkan pihak-pihak yang mungkin ingin mengambil keuntungan dari situasi ini untuk menjauh, dengan mengatakan bahwa pasukan AS telah "meningkatkan postur kekuatan militer kami di wilayah ini untuk memperkuat daya tangkal kami".

"Kami meningkatkan bantuan militer tambahan, termasuk amunisi dan interceptors (Pesawat pencegat) untuk mengisi ulang Iron Dome," katanya mengacu pada sistem anti-rudal Israel.

"Kami akan memastikan bahwa Israel tidak kehabisan aset-aset penting ini untuk mempertahankan kota-kota dan warganya."

Sebelumnya, Biden telah memerintahkan pengerahan USS Gerald Ford, kapal induk terbesar di dunia, di dekat Israel.

Baca Juga: Respons Konflik Hamas dan Israel, Gal Gadot Minta Warganet Dukung Israel hingga Membuka Donasi

Biden juga mengutus Menteri Luar Negeri Antony Blinken ke Israel, di mana diplomat tertinggi AS itu akan menyampaikan "pesan solidaritas dan dukungan," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller dilansir dari Aljazeera.

Penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan mengatakan bahwa Washington juga berbicara dengan Israel dan Mesir mengenai gagasan untuk menciptakan jalur yang aman bagi warga sipil untuk keluar dari Gaza, termasuk warga Amerika keturunan Palestina.

EDITOR: Nicolaus