← Beranda
Playboy Pecat Mia Khalifa, Imbas Postingan Dukung Palestina dalam Serangan Hamas Terhadap Israel
Neneng Uswatun Hasanah• Rabu, 11 Oktober 2023 | 21.25 WIB
Artis Mia Khalifa. (Variety)

JawaPos.com - Playboy mengeluarkan keputusan untuk mengakhiri hubungan kerjasama dengan Mia Khalifa, Selasa (10/10).

Dikutip JawaPos.com dari DailyMail, Playboy juga menghapus channel milik Mia Khalifa di platform kreator setelah aktris memposting dukungannya untuk Palestina dalam serangan Hamas terhadap Israel melalui media sosial.

Mia menulis beberapa postingan di media sosial X (dulu Twitter) yang mendukung pengeboman dan penculikan yang dilakukan kelompok Hamas.

Dalam salah satu postingannya, Mia bahkan meminta para penyerang untuk mengambil gambar dengan lebih baik agar dia dapat menyaksikan pembantaian tersebut dengan lebih jelas.

Alhasil, postingan tersebut dianggap tidak bijak karena Mia Khalifa memiliki 5,7 juta pengikut di media sosial X @miakhalifa.

Adanya postingan tersebut, Playboy kemudian dengan tegas menulis dalam pertanyaan mereka bahwa Mia telah melontarkan komentar-komentar yang menjijikkan dan tercela karena merayakan serangan Hamas terhadap Israel, dan pembunuhan terhadap pria, wanita, serta anak-anak yang tidak bersalah.

Baca Juga: Respons Konflik Hamas dan Israel, Gal Gadot Minta Warganet Dukung Israel hingga Membuka Donasi

“Di Playboy, kami mendorong kebebasan berekspresi dan debat politik yang konstruktif, namun kami memiliki kebijakan yang tidak menoleransi ujaran kebencian. Kami berharap Mia memahami bahwa perkataan dan tindakannya memiliki konsekuensi,” tutup pernyataan itu.

Akibat postingan sang artis, kini halaman Mia Khalifa menampilkan tulisan 'Tidak Ditemukan' di situs website Playboy, setelah majalah dewasa itu merilis pernyataan tersebut.

Kemudian, Mia Khalifa dikonfirmasi tidak akan lagi membuat konten untuk platform CENTERFOLD Playboy, tempat Mia bergabung sejak Februari 2022.

CENTERFOLD dibuat oleh Playboy sebagai cara untuk memungkinkan model menjual konten dan berinteraksi langsung dengan penggemar.

Seperti yang diketahui, Hamas menyeberang ke Israel dari Jalur Gaza untuk merebut permukiman dan menangkap serta membunuh warga sipil yang merayakan hari raya Yahudi.

Festival musik Supernova adalah salah satu tempat pertama yang diserang oleh kelompok tersebut, dengan 260 orang penonton yang dikabarkan dibantai di sana.***

EDITOR: Novia Tri Astuti