JawaPos.com – Sungai berisi 600.000 galon atau sekitar 2,2 juta liter anggur merah mengalir melalui sebuah kota kecil di Portugis pada hari Minggu (10/9).
Dua tangki besar milik pabrik penyulingan Levira yang membawa akohol dalam jumlah besar tumpah saat pengangkutan melalui Sao Lourence de Bairro yang merupakan rumah bagi 2000 penduduk.
Sebuah video yang di posting oleh akun X (dulu Twitter) @PopBase memperlihatkan sungai anggur merah mengalir menuruni jalan-jalan bukit yang curam di kota kecil yang terletak di wilayah utara Portugal itu. Besarnya jumlah anggur merah yang tumpah membuat pemerintah setempat mengeluarkan peringatan lingkungan.
Baca Juga: Banjir Bandang Melanda Libya, Ribuan Orang Hilang
Dilansir dari People, Selasa (12/9), mengetahui adanya insiden alkohol yang tumpah dalam jumlah besar pemerintah setempat segera menangani tumpahan tersebut sebelum mencemari Sungai Certime yang berada di dekat kota.
Media lokal mengungkapkan Departemen Pemadam Kebakaran Anadia memblokir tumpahan tersebut dari Certima Rivera kemudian mengalihkan menuju lapangan kosong terdekat agar tidak menuju sungai.
Petugas pemadam kebakaran merespon cepat laporan dari sebuah rumah dekat pabrik penyulingan dan melaporkan terjadi banjir anggur merah di ruang bawah tanah. Levira Distillery telah meminta maaf atas kejadian tersebut dan berjanji akan bertanggu jawab atas semua kerugian yang ditimbulkan.
Baca Juga: Pemkab Gresik Pasang Box Culvert untuk Cegah Banjir di Samanhudi
“Kami bertanggung jawab penuh atas biaya terkait dengan pembersihan dan perbaikan kerusakan dan tim akan segera melakukannya,” bunyi pernyataan dari Levira Distillery.
Perusahaan penyulingan tersebut juga berjanji akan segera menyelesaikan situasi tersebut dengan cepat. Kejadian tumpahnya anggur merah tidak hanya sekali saja terjadi, pada 2020 lalu 1000 liter anggur merah Cantina Settecani yang akan dikemas merembes ke dalam pipa air dan melewati keran serta pancuran 20 rumah warga yang berada di selatan kota Castelvetro di Modena, Italia utara.
Giorgia Mezzacqui yang saat itu menjabat sebagai wakil walikota saat itu anggur yang bocor melalui pipa rumah warga hanya terjadi kurang lebih tiga jam saja. Otoritas setempat juga mengatakan kebocoran itu tidak menimbulkan ancaman kesehatan bagi warga.