JawaPos.com - Wabah kolera tak hanya terjadi di era Gabriel Garcia Marquez. Zaman ketiika penyakit kolera bisa dicegah seperti sekarang, Yaman justru malah diserang wabah kolera. Jumlah penderita kolera di Yaman mencapai lebih dari satu juta dan telah menewaskan lebih dari 2.200 orang.
World Health Organization (WHO) memperingatkan, wabah kolera di Yaman dapat meningkat dalam beberapa bulan ke depan. Penyebaran penyakit ini telah dimulai sejak wabah yang terjadi pada 2016.
Diperkirakan curah hujan dalam beberapa bulan mendatang dapat menyebabkan lonjakan kasus kolera.
"Biasanya kasus kolera meningkat pada musim hujan. Potensi kenaikan jumlah pasien bisa terjadi di bulan Agustus," ujar Wakil Direktur WHO untuk Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat Peter Salama seperti dilansir Aljazeera, Selasa, (28/2).
Penyakit kolera menyebar melalui air dan makanan yang telah dikonsumsi oleh orang yang terkontaminasi dan kemudian diteruskan dan dibagi kepada orang lain. Dengan kemungkinan angka kematian antara 0,2 dan 0,3 persen, penyakit ini seharusnya dapat dicegah.
Namun Yaman telah terperosok dalam proxy war sejak Maret 2015. Konflik tersebut telah menyebabkan degradasi yang signifikan dari sistem perawatan kesehatan yang sederhana di negara ini.
PBB juga telah menyuarakan keprihatinan atas kekurangan pangan yang parah. Ini bisa menimbulkan kelaparan jika konflik di Yaman tak segera diakhiri.