JawaPos.com - Pengendara yang melintasi Tol Jakarta–Cikampek pada 12–18 September 2026 perlu mengantisipasi potensi perlambatan perjalanan.
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan rekonstruksi perkerasan di lima titik, termasuk jalur arah Jakarta dan Cikampek serta Off Ramp Cibitung.
Pekerjaan di sejumlah lokasi tersebut memiliki jadwal berbeda.
Baca Juga: Pembangunan Tol Kataraja Seksi 1 hingga 94,9 Persen, Uji Pembebanan Jembatan Ramp 1 Tuntas
Karena beberapa di antaranya berlangsung selama beberapa hari, pengendara yang melintas pada periode tersebut sebaiknya memperhitungkan waktu perjalanan tambahan dan memperhatikan kondisi lalu lintas di sekitar area pekerjaan.
5 titik Tol Jakarta–Cikampek yang sedang diperbaiki
Berikut lokasi yang perlu dicatat sebelum perjalanan:
1. Off Ramp Cibitung 3 Lajur 2
Pekerjaan berlangsung pada Sabtu (12/9) pukul 01.00 WIB hingga Senin (14/9) pukul 06.00 WIB.
Baca Juga: AHY Minta Maskapai Transparan Soal Dampak Abu Anak Krakatau
2. KM 35+100–KM 35+921 arah Cikampek, Lajur 1
Rekonstruksi dimulai Sabtu (12/9) pukul 01.00 WIB dan berlangsung hingga Kamis (17/9) pukul 24.00 WIB.
3. KM 30+328–KM 30+138 arah Jakarta, Lajur 1
Pekerjaan dijadwalkan mulai Minggu (13/9) pukul 21.00 WIB hingga Jumat (18/9) pukul 12.00 WIB.
4. KM 58+950–KM 57+970 arah Jakarta, Lajur 1
Pekerjaan berlangsung pada Senin (14/9) pukul 09.00 WIB hingga Jumat (18/9) pukul 06.00 WIB.
5. KM 51+560–KM 50+940 arah Jakarta, Lajur 1
Lokasi berikutnya juga dikerjakan mulai Senin (14/9) pukul 09.00 WIB sampai Jumat (18/9) pukul 06.00 WIB.
Kelima titik tersebut menjadi perhatian karena pekerjaan berlangsung di bagian jalan yang digunakan kendaraan untuk perjalanan menuju Jakarta maupun Cikampek.
Kondisi lalu lintas di sekitar lokasi dapat berubah sesuai kepadatan kendaraan dan situasi pekerjaan.
Baca Juga: Baja Berstandar SNI Jadi Bagian Penting dalam Konstruksi Gedung Bertingkat
JTT siapkan rekayasa lalu lintas
Pemeliharaan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi perkerasan jalan sekaligus mempertahankan standar pelayanan dan keselamatan pengguna tol.
Senior Manager Representative Office 1 PT Jasamarga Transjawa Tol Jauzy Anbiya mengatakan, pemeliharaan rutin diperlukan mengingat pentingnya Tol Jakarta–Cikampek sebagai jalur mobilitas dan logistik.
“Sebagai salah satu koridor utama mobilitas dan logistik nasional, Jalan Tol Jakarta–Cikampek memerlukan pemeliharaan rutin untuk menjaga standar pelayanan dan keselamatan pengguna jalan," papar Jauzy Anbiya.
Baca Juga: Menteri Dody Hanggodo Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana dari Sumatera hingga NTT
"JTT terus berupaya melaksanakan pekerjaan secara efektif dengan tetap memperhatikan kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan,” jelas Jauzy.
Selama pekerjaan berlangsung, JTT menyatakan tetap mengutamakan kelancaran kendaraan.
Rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional berdasarkan kondisi di lapangan.
Baca Juga: Awasi Pelayanan Publik dan Sektor Infrastruktur, Kemenko Infra Gaet Ombudsman RI
Pgs. Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT Dary Achmad Budi mengatakan, area pekerjaan juga dilengkapi perlengkapan keselamatan sesuai standar operasional.
“Selama pekerjaan berlangsung JTT tetap mengutamakan kelancaran lalu lintas dengan menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional serta memastikan area pekerjaan dilengkapi perlengkapan keselamatan sesuai standar operasional," terang Dary Achmad Budi.
"Informasi terkait pekerjaan juga disampaikan melalui Dynamic Message Sign (DMS), media sosial resmi Jasa Marga Group, dan spanduk imbauan di sekitar lokasi pekerjaan,” ujar Dary.
Selain itu, bagi pengguna Tol Jakarta–Cikampek, mengetahui lokasi pekerjaan sejak sebelum berangkat dapat membantu menentukan waktu perjalanan yang lebih realistis.
Baca Juga: Jembatan Kewek Jogja Dipastikan Masih Ada, Tidak Dihilangkan justru Diperbarui
Pengendara juga sebaiknya tidak terburu-buru ketika memasuki area rekonstruksi karena pola pergerakan kendaraan dapat berubah akibat pengaturan lalu lintas.
JTT mengimbau pengguna jalan untuk memastikan kendaraan dan pengemudi berada dalam kondisi prima, menjaga jarak aman, serta mengikuti rambu dan arahan petugas.
“Kami memohon maaf atas potensi ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan selama pekerjaan berlangsung. Pengguna jalan diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan kendaraan maupun pengemudi dalam kondisi prima, menjaga jarak aman, serta mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan,” ucap Dary Achmad Budi.
Baca Juga: Cegah Bencana Kekeringan, Menteri PU Dody Siapkan Langkah Strategis
Dengan pekerjaan tersebar di lima lokasi hingga 18 September, pengguna Tol Jakarta–Cikampek sebaiknya mengecek kembali rute dan memperhitungkan waktu tempuh sebelum berangkat, terutama jika perjalanan melewati titik rekonstruksi pada jam sibuk.