JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong seluruh pihak terkait memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang terdampak gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
AHY mengatakan pemerintah juga memberikan perhatian terhadap penanganan penumpang yang terdampak penutupan sementara sejumlah bandara.
“Prinsipnya adalah penumpang juga harus terus diberikan penjelasan, informasi yang akurat. Maskapai tidak boleh tidak terbuka. Walaupun ini force majeure, kita ingin mendorong agar maskapai juga bisa memberikan pelayanan yang baik,” ujar AHY dalam keterangan tertulis yang diterima Senin (7/9).
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, sekitar 170 ribu penumpang terdampak gangguan operasional penerbangan. Sebanyak 467 penerbangan terdampak, terdiri atas 409 penerbangan domestik dan 58 penerbangan internasional.
Untuk itu, AHY meminta maskapai menyampaikan informasi secara jelas kepada penumpang terkait perubahan jadwal, pembatalan, maupun pengalihan penerbangan.
Pemerintah juga mendorong proses pengembalian tiket atau refund bagi penumpang yang penerbangannya dibatalkan dapat dilakukan dengan mudah.
“Termasuk bagaimana kalau refund karena tidak bisa terbang, ya harus bisa mudah untuk diberikan ganti rugi. Kemudian yang lain-lain kita terus amati dan kita terus dengarkan penjelasan dari pihak-pihak yang memiliki otoritas untuk menjelaskan secara teknis,” ujarnya
Untuk mengurangi dampak terhadap mobilitas masyarakat, Kementerian Perhubungan menyiapkan sejumlah bandara alternatif yang tidak terdampak sebaran abu vulkanik, di antaranya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Yogyakarta, serta Bandara Juanda Surabaya.
AHY menekankan pentingnya kesiapan moda transportasi lain untuk mendukung mobilitas masyarakat yang terdampak. Transportasi darat, termasuk kereta api, perlu dipersiapkan untuk membantu penumpang yang mendarat di bandara alternatif sebelum melanjutkan perjalanan menuju Jakarta dan wilayah sekitarnya.
“Mode transportasi darat tentunya ini yang harus disiapkan, kereta, yang kita juga harus dorong agar memudahkan para penumpang yang seharusnya langsung landing di Jakarta tetapi harus mungkin berhenti di Kertajati, misalnya, untuk bisa datang ke Jakarta,” ucapnya.
Penutupan bandara sampai Senin (7/9) masih dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Raden Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam Sumsel.
Sebagai skenario mitigasi utama, pemerintah telah menyiapkan pangkalan udara alternatif pengalihan. Yaitu mencakup Bandara Kertajati Cirebon, Bandara Juanda Surabaya, Yogyakarta International Airport (YIA), Bandara Ahmad Yani Semarang, hingga Bandara Adi Soemarmo Solo. Distribusi penumpang menuju lokasi alternatif tersebut akan diakomodasi sepenuhnya tanpa biaya.