← Beranda
Benahi Penyeberangan Merak supaya Tidak Ada Lagi Antrean Kendaraan yang Merugikan Masyarakat
Ilham SafutraJumat, 3 April 2026 | 05.18 WIB
Ribuan kendaraan mengantre pada arus balik Lenbaran di pelabuhan Bakauheni menuju Merak. (Istimewa)

JawaPos.com - Kemacetan panjang di lintasan penyeberangan Merak berulang kali terjadi. Seakan tidak ada solusi dari ASDP dalam menyikapi tingginya demand penyeberangan. 

Dampak dari kemacetan ini sangat dikeluhkan oleh para sopir, pengurus truk, dan masyarakat di sekitar Pelabuhan Merak. Pasalnya mereka menjadi pihak yang paling banyak dirugikan.

Ketua Paguyuban Pengurus Truk (PETRUCK) Merak, Marhan, menegaskan sering terjadinya antrean panjang sangat merugikan banyak pihak. Aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan menjadi sangat terganggu, karena truk yang mengantre di jalan raya. Masyarakat tidak bisa lagi leluasa menggunakan akses jalan raya untuk kegiatan hariannya. 

Selain itu, para sopir juga mengalami kerugian pembengkakan biaya operasional, penurunan pendapatan, terganggunya mental dan psikologis, serta klaim akibat keterlambatan pengiriman” tegas Marhan.

Marhan menuntut kapal-kapal yang banyak menganggur di Penyeberangn Merak untuk dioperasikan,  karena masih banyak kapal yang tidak dioperasikan. “Seharusnya Gapasdap mengoperasikan kapal-kapal yang banyak menganggur itu supaya antrean tidak kerap terjadi lagi” tuntut Marhan.

Baca Juga: Puncak Arus Balik Lebaran 2026: 167 Ribu Kendaraan Lintasi Tol Tangerang-Merak

Terpisah, Ketua DPC GAPASDAP Merak Togar Napitupulu menegaskan, kapal-kapal yang banyak menganggur di lintasan penyeberangan Merak tidak mungkin bisa dioperasikan semua, karena terbatasnya jumlah dermaga tempat bersandarnya kapal.

“Jumlah kapal yang sedang tidak beroperasi atau menganggur memang banyak, tapi karena keterbatasan jumlah dermaga, maka kapal‐kapal tersebut tidak memungkinkan lagi untuk dioperasikan” tegas Togar pada Kamis (2/4).

Menurut Togar, kapal-kapal mengganggur tersebut bisa dioperasikan secara maksimal, ASDP perlu menambahkan atau membangun beberapa dermaga baru. “Kami akan mendorong ASDP dan pemerintah untuk segera membangun dermaga.

Jika ada dermaga baru, kapal-kapal yang mengganggur bisa dioperasikan secara maksimal sehingga antrean kendaraan dan kerugian-kerugian yang timbul tidak terulang kembali," tandasnya.

EDITOR: Ilham Safutra