JawaPos.com - Aktris sekaligus influencer Anya Geraldine menjadi bintang tamu di podcast Butik Haji Igun. Dalam perbincangan santai bersama Ivan Gunawan, Anya membuka kisah yang jarang Anya ungkap ke publik tentang hubungannya dengan kedua orang tua.
Dilansir dari YouTube Comic 8 Revolution, Anya menceritakan perjalanan keluarganya yang sempat terpisah dan bagaimana kini Anya sudah berdamai dengan masa lalu yang pernah memberikan luka bagi dirinya.
Di awal obrolan, Anya mengucapkan terima kasih yang tulus untuk ayah dan ibunya. Dengan suara yang sedikit bergetar, Anya mengaku bersyukur masih bisa menjalin hubungan baik meskipun keluarganya tak lagi utuh.
“Aku mau bilang makasih buat semuanya, buat Papa dan Mama juga,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca, membuat suasana podcast seketika terasa menyentuh.
Anya lalu mengenang masa kecilnya yang penuh cerita. Anya bercerita bahwa orang tuanya dulu menikah di usia yang masih muda, yang akhirnya membuat rumah tangga mereka mengalami banyak tantangan.
“Mama dan papaku dulu nikahnya muda banget,” katanya.
Anya mengaku kini sudah bisa memahami alasan di balik perpisahan kedua orang tuanya. Anya tidak lagi menyalahkan siapa pun, karena baginya semua itu adalah bagian dari takdir hidup.
“Aku udah bisa ngerti faktor apapun itu yang terjadi yang bikin kalian berpisah. Aku udah maafin semuanya” ujarnya. Pengalaman itu justru membuatnya lebih dewasa dalam memandang arti keluarga dan cinta.
Anya juga menyampaikan permintaan maaf kepada orang tuanya. Anya sadar, selama tumbuh dewasa mungkin pernah berkata atau bertindak yang tidak menyenangkan.
“Aku juga minta maaf kalau selama aku tumbuh aku banyak salah,” katanya. Momen tersebut membuat suasana semakin emosional, bahkan Ivan Gunawan terlihat menahan air mata.
Tidak hanya meminta maaf, Anya juga menyampaikan harapannya untuk keluarganya. Anya berharap meskipun kini tidak hidup dalam satu rumah, mereka semua bisa tetap bahagia dengan kehidupan masing-masing.
“Aku cuma berharap, walaupun kita berpisah, kita berempat aku, adikku, Mama, dan Papa bisa punya hidup yang bahagia masing-masing,” ujarnya dengan tulus.
Menurut Anya, perpisahan bukan berarti kasih sayang ikut hilang. Anya percaya setiap orang punya jalan dan kebahagiaannya sendiri.
“Kita nggak harus selalu bersama kok, yang penting aku tahu Mama dan Papa sekarang udah bahagia dengan hidupnya,” ujarnya.
Anya juga bercerita tentang kehidupan ibunya sekarang. Anya merasa senang melihat sang ibu sudah bisa menikmati hidup setelah bertahun-tahun bekerja keras.
“Mama sekarang udah lebih enjoy life, lebih sering di rumah, dan kadang aku sama adikku nemenin,” ucapnya.
Selain itu, Anya turut mengungkapkan rasa bahagianya karena sang ayah kini hidup damai dengan keluarga barunya. Anya mengatakan, melihat orang tua bahagia justru membuat dirinya tenang.
“Papa sekarang juga bahagia sama istri dan anaknya.Ya, mungkin itu adalah jalan-jalan yang sebenarnya emang udah takdirnya yang bikin kita semua ujungnya bahagia sendiri-sendiri,” katanya dengan penuh haru.
Ucapan-ucapan Anya membuat suasana di studio podcast menjadi hening dan penuh rasa haru. Ivan Gunawan yang mendengarkan pun tampak terharu.
Dalam percakapan itu, Anya juga menyinggung soal pentingnya tidak memaksakan kebersamaan jika justru membuat semua seseorang menderita.
“Karena jangan dipaksakan untuk bersama kalau emang ternyata itu bukan jalan yang paling bahagia,” ucapnya, kalimat itu membuat banyak pendengar tersadar bahwa kebahagiaan bisa datang dalam bentuk yang berbeda.
Sikap Anya menunjukkan bahwa kedewasaan sejati adalah ketika seseorang bisa merelakan masa lalu tanpa kehilangan rasa cinta terhadap keluarga yang membesarkannya. (*)