← Beranda
Satu Abad Rahmi Hatta: Dari Panggung RUMAH hingga 40 Pasangan Nikah Massal
Latu Ratri MubyarsahMinggu, 6 September 2026 | 18.05 WIB
Puncak acara satu abad kelahiran Rahmi Hatta diperingati keluarga besar Yayasan Meutia Hatta Swasono pada Sabtu (5/9) di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Satu abad kelahiran Rahmi Hatta diperingati keluarga besar Yayasan Meutia Hatta Swasono melalui rangkaian kegiatan sejak Juli-September 2026. Puncaknya digelar Sabtu (5/9) di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.

Bukan sekadar seremoni, peringatan ini diisi dua kegiatan utama yaitu Fashion Performance Art RUMAH dan nikah massal Ikatan Cinta untuk 40 pasangan.

RUMAH: Kisah Hidup Lewat Fashion dan Seni

Disutradarai Wawan Sofwan, pertunjukan RUMAH memadukan teater, fashion, musik, dan tari untuk menggambarkan perjalanan Rahmi Hatta sejak muda hingga mendampingi Proklamator Mohammad Hatta.

Baca Juga: Hoegeng dan Rengasdengklok Menangi Sayembara Produksi Film Kemenbud

Konsep RUMAH dimaknai sebagai tempat nilai, kasih sayang, dan keteladanan diwariskan.

Koleksi busana pribadi Rahmi Hatta yang sederhana dan berbudaya Indonesia diperagakan Top 4 Puteri Indonesia dan Abang None Jakarta Barat.

Monolog dibawakan Maudy Koesnaedi dan Prilly Latuconsina, sementara panggung diisi Iwan Fals, Isyana Sarasvati, Vicky Mono, Aqi Singgih, dan Audrey.

Baca Juga: 10 Tahun Lebih Jadi Driver Ojol, 70 Mitra Senior Diganjar Penghargaan

Sebelumnya, rangkaian dibuka 1 Juli 2026 lewat Afternoon Tea Talkshow Legacy of Rahmi Hatta di Perpustakaan Nasional bersama Meutia Hatta, Dewi Motik, dan Prilly Latuconsina.

Ikatan Cinta: 40 Pasangan Resmi Menikah

Di tempat yang sama, 40 pasangan mengikuti nikah massal Ikatan Cinta. Prosesi disaksikan Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi’i.

Ketua Pelaksana Fajrin Saadi menyebut kegiatan ini untuk meneruskan nilai kepedulian Rahmi Hatta.

”Ini bukan sekadar perayaan. Kami ingin membantu masyarakat yang terkendala sosial dan ekonomi untuk menikah secara resmi,” ujar Fajrin Saadi.

Selain nikah massal, yayasan juga menggelar donor darah, layanan paspor, dan ruang UMKM.

Meutia Hatta, putri Rahmi Hatta, mengaku haru.

Baca Juga: Membaca Peristiwa Kemerdekaan dan Era Revolusi Lewat Karya Sastra Sezaman

”Kepedulian Ibu bisa diteruskan. Ada masyarakat yang membutuhkan kesempatan menikah, dan hari ini kita hadir bersama mereka,” ucap dia.

Wamenag Muhammad Syafi’i menegaskan keluarga adalah fondasi bangsa.

”Negara hadir bukan hanya lewat regulasi, tetapi juga pelayanan langsung. Kegiatan seperti ini penting,” ucap Muhammad Syafi’i.

Baca Juga: Kedubes Palestina di Indonesia Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa di NTT

Warisan yang Terus Hidup

Bagi keluarga, Rahmi Hatta dikenang bukan hanya sebagai istri Bung Hatta. Tapi sebagai perempuan dengan nilai kesederhanaan dan kepedulian.

”Warisan Ibu bukan benda. Tapi contoh hidup. Memberi teladan tanpa memaksa,” tutur Fajrin.

Dari RUMAH hingga Ikatan Cinta, satu abad Rahmi Hatta menegaskan bahwa keluarga tempat nilai tumbuh dan kepedulian cara nilai itu hidup di tengah masyarakat.

Baca Juga: Suara Kritis Menghilang, Tanda Awal Kerapuhan Kekuatan Besar

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah