JawaPos.com - Sebanyak 35 warga lanjut usia (lansia) di Rumah Usiawan Panti Surya, Surabaya, mendapat kesempatan bermain sekaligus mengasah kreativitas melalui kegiatan sosial yang digelar organisasi non-profit Carin.
Kegiatan yang mengusung tajuk “Kunjungan Kasih” tersebut berlangsung penuh keceriaan, beberapa waktu lalu. Ada sekitar 12 relawan terlibat dan berinteraksi langsung dengan para penghuni panti dalam suasana penuh keakraban.
Dipimpin Maurleen Darmawan, para relawan mengajak lansia mengikuti sejumlah aktivitas yang dirancang untuk menstimulasi kemampuan kognitif dan motorik. Salah satunya permainan menyusun gelas atau stacking cups yang dipadukan dengan bola pingpong.
Permainan sederhana tersebut menjadi sarana bagi para lansia untuk melatih konsentrasi, ketangkasan, sekaligus koordinasi gerak. Tak berhenti permainan, mereka juga diajak membuat gelang tangan menggunakan manik-manik.
Baca Juga: Eks Karyawan Ungkap Tugas Tak Biasa dari Richard Lee: Carikan Rumah untuk Cewek hingga Transfer Uang
Aktivitas kreatif itu memberikan kesempatan kepada para lansia untuk tetap berkarya sekaligus menunjukkan kemampuan mereka. Bagi Carin, kegiatan semacam ini bukan sekadar mengisi waktu luang, tetapi juga menjadi ruang bagi lansia untuk berinteraksi, didengar, dan merasa dihargai.
Pendiri Carin, Jonathan Brendan Sutrisyo, mengatakan bahwa perhatian terhadap lansia tidak cukup hanya diwujudkan melalui bantuan kebutuhan sehari-hari. Menurut dia, interaksi sosial dan kebersamaan juga memiliki peran penting dalam menjaga kesejahteraan emosional mereka.
“Menurut kami yang paling dibutuhkan Opa dan Oma justru diajak main, diajak bicara, dan didengar ceritanya. Gelang manik-manik itu terlihat sederhana, tapi di situ mereka membuktikan diri masih mampu berkarya,” ujar Jonathan.
Carin yang digagas Jonathan bersama Axel Maximiliano Santoso dan Angelo King Iryanto berupaya menjadikan kebersamaan sebagai bagian penting dalam kegiatan sosialnya. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu menumbuhkan rasa percaya diri dan harapan bagi para lansia.
Antusiasme juga terlihat dari para penghuni panti selama kegiatan berlangsung. Salah seorang peserta, Opa Freddy, menyambut kegiatan tersebut dengan penuh kegembiraan.
“Hebat, menyenangkan, dan luar biasa!” kata Opa Freddy.
Kegiatan berlangsung selama sekitar 1,5 jam, mulai pukul 15.30 hingga 17.00 WIB. Setelah berbagai aktivitas permainan dan kreativitas selesai, acara Kunjungan Kasih ditutup dengan ibadah bersama.
Selain menghadirkan aktivitas penuh kebersamaan, acara ini juga memberikan dukungan dalam bentuk bingkisan donasi untuk para penghuni panti, berisi sejumlah kebutuhan sehari-hari seperti mie, biskuit, teh, dan berbagai pelengkap lainnya.
Baca Juga: Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Bagi Carin, bantuan tersebut menjadi pelengkap dari pendekatan sosial yang mereka bangun. Kebutuhan fisik tetap diperhatikan, tetapi perhatian dan interaksi secara langsung juga dinilai tidak kalah penting bagi kesejahteraan lansia.
"Kegiatan ini sejalan dengan visi kami menjadi komunitas yang menghadirkan kebahagiaan sekaligus rasa dihargai bagi para lansia. Kami ingin menciptakan lingkungan sosial yang suportif sehingga warga lanjut usia tidak merasa sendirian," ungkapnya.