JawaPos.com - Pada Minggu (9/8) ini, para umat Katolik kembali berkumpul di gereja mereka untuk melaksanakan ibadah atau misa rutin mereka. Hari Minggu ini adalah Hari Minggu Biasa XIX.
Walaupun tidak ada perayaan besar dalam agendanya, gereja tetap mengadakan misa secara meriah.
Pada setiap misa akan dibacakan setidaknya tiga bacaan dari Alkitab yang kemudian menjadi bahan renungan. Ketiga bacaan ini disebut Bacaan Pertama, Bacaan Kedua dan Bacaan Injil.
Baca Juga: Bacaan Misa Gereja Katolik Minggu, 2 Agustus 2026: Hari Minggu Biasa XVIII
Bacaan Pertama
1 Raja-Raja 19: 9a, 11-13a
Sekali peristiwa, ketika Elia sampai di Gunung Horeb, masuklah ia ke dalam sebuah gua dan bermalam di situ. Maka berfirmanlah Tuhan kepadanya, "Hai Elia, keluarlah, dan berdirilah di atas gunung itu di hadapan Tuhan!" Lalu Tuhan lewat. Angin besar dan kuat membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu mendahului Tuhan. Namun Tuhan tidak berada dalam angin itu. Sesudah angin itu datanglah gempa. Namun dalam dalam gempa pun Tuhan tidak ada. Sesudah gempa menyusullah api. Namun Tuhan juga tidak berada dalam api itu. Api disusul bunyi angin sepoi-sepoi basa. Mendengar itu, segeralah Elia menyelubungi wajahnya dengan jubah, lalu ke luar dan berdiri di depan pintu gua itu.
Bacaan Kedua
Roma 9:1-5
Saudara-saudara, demi Kristus aku mengatakan kebenaran, aku tidak berdusta. Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus, bahwa aku sangat berdukacita dan selalu bersedih hati. Bahkan aku rela terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku menurut daging. Sebab mereka itu adalah orang Israel. Mereka telah diangkat menjadi anak Allah, telah menerima kemuliaan dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, ibadat, dan janji-janji. Mereka itu keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias sebagai manusia, yang mengatasi segala sesuatu. Dialah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!
Bacaan Injil
Mazmur 14:22-33
Sesudah mengenyangkan banyak orang dengan roti, Yesus segera menyuruh murid-murid-Nya naik perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus mendaki bukit untuk berdoa seorang diri.
Menjelang malam Ia sendirian di situ. Perahu para murid sudah beberapa mil jauhnya dari pantai, dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.
Kira-kira pukul tiga pagi, datanglah Yesus berjalan di atas air kepada mereka. Melihat Dia berjalan di atas air, para murid terkejut dan berseru, "Itu hantu!" Lalu mereka berteriak-teriak ketakutan. Tetapi Yesus segera menyapa mereka, kata-Nya, "Tenanglah! Inilah Aku, jangan takut!" Lalu Petrus berkata, "Tuhan, jika benar Tuhan sendiri, suruhlah aku datang kepada-Mu dengan berjalan di atas air." Kata Yesus, "Datanglah!" Lalu Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendekati Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, Petrus menjadi takut dan mulai tenggelam, lalu berteriak, "Tuhan, tolonglah aku!" Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang Petrus dan berkata, "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
Keduanya lalu naik ke perahu dan angin pun reda. Orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya, "Sesungguhnya, Engkau Putra Allah."
Baca Juga: Bacaan Misa Gereja Katolik Minggu, 26 Juli 2026: Hari Orang Tua, Kakek dan Nenek Sedunia