JawaPos.com - Mulai Kamis (2/4) ini, gereja-gereja Kristen akan memasuki masa Trihari Suci, yaitu merupakan tiga perayaan penting dalam Masa Paskah. Trihari Suci terdiri dari Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Suci.
Pada setiap hari tersebut, para umat Kristen akan berkumpul di gereja mereka untuk mengadakan ibadat.
Kamis Putih
Dilansir dari Lembaga Alkitab Indonesia, kata "putih" sering dikaitkan dengan kesucian dan kemegahan. Sehingga searah dengan makna teologis dari peristiwa yang akan dikenang pada hari ini.
Baca Juga: Bacaan Misa Gereja Katolik 2 April 2026: Ibadat Kamis Putih
Dilansir dari BBC, dalam bahasa Inggris, Kamis Putih adalah Maundy Thursday. Kata maundy berasal dari bahasa Latin mandatum yang berarti "perintah." Hal ini mengacu pada perintah Yesus Kristus kepada para muridnya saat Perjamuan Terakhir.
Peristiwa Perjamuan Terakhir ini dapat ditemukan pada Markus 14, Matius 26, dan Lukas 22, dimana ketiganya mendeskripsikan Perjamuan Terakhir sebagai Perjamuan Paskah Yahudi.
Dalam perjamuan ini, Yesus memperkenalkan dua elemen baru, roti dan anggur, yang melambangkan tubuh dan darah-Nya sebagai persembahan bagi keselamatan manusia (Lukas 22:19-20).
Dalam Injil Yohanes, tertuliskan bahwa Perjamuan Terakhir terjadi sehari sebelum Perjamuan Paskah. Karena Yohanes menekankan bahwa Yesus Kristus wafat pada saat yang sama dengan domba persembahan untuk Persembahan Paskah disembelih.
Selain itu, Yohanes lebih memfokuskan pada peristiwa Yesus membasuh kaki-kaki para muridnya, daripada perjamuannya.
Karena itu, pada ibadat Kamis Putih banyak gereja mempraktekkan pembasuhan kaki pula ke 12 umat gereja terpilih. Pembasuhan akan dilakukan oleh pastor atau pendeta yang memimpin ibadat.
Menjadi Akar dari Ekaristi Gereja Modern
Aksi Yesus Kristus memberkati roti dan anggur yang menjadi sajian perjamuan ini dikenang dan dijadikan akar dari ekaristi gereja Katolik.
Yesus membagi-bagikan roti dan anggur sebagai simbol ia membagikan dan menyerahkan tubuhnya yang sepenuhnya.
Dalam 1 Korintus 11:26, Paulus juga menuliskan bahwa pada setiap perjamuan atau ekaristi ini, kematian Yesus akan selalu dikenang hingga kebangkitan-Nya.
Hal tersebut membuat perjamuan tersebut menjadi suatu bentuk wahyu, atau peringatan akan pengorbanan Yesus dan harapan akan terwujudnya kerajaan Allah.
Praktek Gereja
Dilansir dari New Advent, pada zaman dulu, Kanon 24 Konsili Kartago membebaskan para umat dari puasa pada hari Kamis Putih. Hal ini dibenarkan oleh Santo Agustinus di salah satu dokumentasinya.
Kamis Putih biasanya diisi dengan serangkaian upacara gembira. Seperti pembaptisan (redditio symboli), pengampunan dosa (exomologesis), pengudusan minyak suci (olei exorcizati confectio), pembasuhan kaki (pedilavium), dan peringatan Sakramen Ekaristi (anniversarium Euchristiae).
Baca Juga: Bacaan Misa Gereja Katolik 29 Maret 2026: Hari Minggu Palma Mengenang Sengsara Yesus