JawaPos.com-Kebakaran bisa terjadi kapan saja, baik di rumah, tempat kerja, maupun ruang publik. Tidak ada yang benar-benar bisa menjamin situasi ini tidak akan terjadi, bahkan ketika instalasi listrik terlihat aman atau sumber api terasa jauh.
Dalam kondisi darurat, kesiapan dan pengetahuan menjadi faktor penting untuk menyelamatkan diri. Pencegahan juga tidak kalah krusial, seperti memastikan peralatan darurat tersedia dan berfungsi dengan baik, serta memahami jalur evakuasi sejak awal. Mengikuti simulasi kebakaran atau fire drill juga dapat membantu meningkatkan kesiapsiagaan saat menghadapi situasi sebenarnya.
Sayangnya, banyak orang masih panik ketika kebakaran terjadi. Padahal, kepanikan justru dapat memperburuk keadaan dan memperbesar risiko. Oleh karena itu, memahami langkah-langkah yang tepat menjadi hal yang wajib diketahui setiap orang.
Dilansir dari laman resmi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, ada sejumlah langkah penting yang perlu dilakukan saat terjadi kebakaran.
Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran:
1. Tetap Tenang dan Jangan Panik
Langkah pertama yang paling penting adalah mengendalikan diri. Kepanikan hanya akan memperburuk keadaan dan membuat pengambilan keputusan menjadi tidak tepat. Tarik napas, fokus, dan segera pikirkan jalur penyelamatan yang aman.
2. Segera Beri Peringatan
Jika melihat api atau mencium bau asap, segera beri peringatan kepada orang sekitar. Teriakkan “kebakaran”, aktifkan alarm jika tersedia, dan pastikan semua orang di lokasi mengetahui situasi darurat tersebut. Detik awal sangat menentukan keberhasilan evakuasi.
3. Evakuasi dengan Aman
Segera tinggalkan lokasi melalui jalur evakuasi. Gunakan tangga darurat dan hindari lift. Jika asap mulai tebal, posisikan tubuh serendah mungkin atau merangkak karena udara bersih berada di bawah. Tutup hidung dan mulut dengan kain, jika memungkinkan dalam kondisi basah.
4. Kenali Jalur Evakuasi Sejak Awal
Sebelum terjadi kebakaran, penting untuk mengetahui letak pintu darurat dan jalur evakuasi. Jika berada di gedung, pastikan Anda memahami arah tangga darurat dan titik kumpul. Hal ini akan sangat membantu saat situasi darurat terjadi.
5. Tutup Pintu untuk Menghambat Api
Saat keluar dari ruangan, usahakan menutup pintu. Langkah ini dapat memperlambat penyebaran api dan mengurangi suplai oksigen yang memperbesar kobaran.
6. Gunakan APAR Jika Memungkinkan
Jika api masih kecil dan Anda memahami cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), lakukan pemadaman awal. Gunakan metode PASS, yaitu tarik pin, arahkan ke sumber api, tekan tuas, dan sapukan ke kiri dan kanan. Namun, jangan memaksakan diri jika api sudah membesar.
7. Hubungi Pemadam Kebakaran
Segera hubungi layanan darurat, seperti nomor 113. Sampaikan informasi secara jelas, mulai dari lokasi kejadian, kondisi api, hingga kemungkinan adanya korban. Laporan yang cepat akan mempercepat penanganan di lapangan.
8. Lindungi Diri Jika Terjebak
Jika tidak bisa keluar, tutup celah pintu dengan kain basah untuk menghalangi asap. Cari posisi dekat jendela agar mendapat udara, dan beri tanda kepada petugas menggunakan suara atau benda yang mudah terlihat.
9. Jangan Kembali ke Dalam Bangunan
Setelah berhasil keluar, jangan kembali ke dalam bangunan dengan alasan apa pun. Tetap berada di titik kumpul dan pastikan semua orang dalam kondisi aman.
Baca Juga: Ditinggal Berlebaran, Rumah Warga di Kembangan Jakbar Kebakaran
Kesadaran dan kesiapan menghadapi kebakaran bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga lingkungan sekitar. Dengan memahami langkah-langkah ini, risiko cedera hingga kehilangan nyawa dapat diminimalkan. (*)