← Beranda
Singgung Tindak Korupsi Melalui Seni, Intip Gerakan Sosial Para Pemuda di Surabaya
Rekha Aqsoliafitrosah• Selasa, 3 Oktober 2023 | 02.40 WIB
Aktor Pementasan Klothek

JawaPos.Com - Studio Daluang merupakan laboratorium seni budaya dan media kreatif yang didirikan pada 17 Januari 2023 di Surabaya. Dalam membuat karya, Studio Daluang biasanya mengutamakan riset, pengkajian, dan proses kreatif dalam pembuatan suatu karya sebagai upaya mempublikasikan kerja kreatif yang bertujuan mengedukasi, menumbuhkan inovasi, dan menginspirasi masyarakat umum terkait industri kreatif. 

Berangkat dari keresahan karena maraknya isu korupsi di Indonesia yang makin merajalela, Studio Daluang menginisiasi pementasan teater pada akhir September 2023 di Surabaya.  

"Kami berusaha melakukan sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya generasi muda bersikap antikorupsi dengan menggunakan kemasan yang berbeda dari penyuluhan biasanya. Yakni, melalui pementasan drama berbentuk Opera Komedi Satire dengan judul "Klothek'an"" ucap Produser Syah Laksmi Adabi.

Naskah tersebut berkisah tentang kehidupan politik di suatu desa bernama Sugihwaras, mulai proses jual-beli jabatan setelah terpilihnya Pak Widodo sebagai kepala desa hingga berujung manipulasi kepanikan warga untuk membengkakkan dana pembangunan Jembatan Piyak yang terkenal angker.

Diliput JawaPos.com, Sabtu (30/9), pertunjukan tersebut diproduseri oleh Syah Laksmi Adabi, disutradarai oleh Yusril Ihza F. A., serta M. Alief S.A. sebagai Art Director.

Baca Juga: Anak Muda Diajak untuk Peduli Kesenian Tradisional Jawa Barat

"Salah satu hal yang unik dalam pementasan kali ini adalah kami menawarkan sistem baru kolaborasi sebagai relawan atau kontributor kepada berbagai pihak yang memiliki kepedulian dan jiwa sosial yang tinggi untuk ikut andil dalam pementasan tersebut. Sebab, ruang kolaboratif kami ini bukanlah UKM yang dinaungi instansi perguruan tinggi, rumah produksi, atau perusahaan lainnya," ucap perempuan yang merupakan alumni UNITOMO itu.

Sasaran utama pertunjukan tersebut, baik kolaborator maupun penonton, adalah kaum muda. Sebab, Studio Daluang menyukai filosofi 'lebih baik mencegah daripada mengobati' penyakit akut bernama 'korupsi'. Masyarakat umum yang dibidik berasal dari berbagai latar belakang. Khususnya, pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, dan masyarakat umum lainnya. 

Sebayak 121 kontributor telah mendaftarkan dirinya menjadi kru dalam proyek ini dan 26 di antaranya telah terpilih dalam seleksi Batch 1 yang berasal dari berbagai kalangan dan daerah, khususnya pelajar dan mahasiswa aktif di Kota Surabaya.

Pementasan Klothek'an dilangsungkan di Gedung Teater STKW Surabaya pada Sabtu, 30 September 2023 pukul 19.00 WIB secara gratis. Namun, penonton diharuskan melakukan registrasi berupa pengisian form daring dan proses seleksi terlebih dulu. Sebab, dalam pertunjukan ini, Studio Daluang berusaha menawarkan sistem manajemen pemasaran yang baru.  

Biasanya, penonton teater akan berlomba-lomba membeli tiket untuk bisa menyaksikan pertunjukan. Namun, dalam pertunjukan ini, penonton akan diberikan form daring berisi pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan isu yang di angkat. Yakni, isu antikorupsi.

Baca Juga: Menggugat Rupa Ibu Menyusui dalam Kesenian

Selain gebrakan dalam sistem manajemen produksi, ide pelatihan aktor juga dilakukan menggunakan metode yang berbeda dari biasanya. Pada pertunjukan Klothek'an, setiap aktor akan mendapatkan fasilitas pelatihan seperti kelas keaktoran. Namun, yang membedakan dengan kelas keaktoran pada umumnya adalah metode yang digunakan dalam sistem penyutradaraannya.

"Saya sebagai Sutradara akan bekerja bersama dua ruang kolektif di Surabaya yang kebetulan sama-sama bekerja di bidang keaktoran dan penyutradaraan. Dua kolektif ini yaitu Esctacy of Dialectica dan Estotheatre," ungkap Yusril Ihza Fauzul Azhim selaku sutradara.

Esctacy of Dialectica akan bekerja pada ranah brainstorm aktor pada naskah sehingga aktor mampu menciptakan 'grand design' tokoh sesuai kesadaran dan pemahaman masing-masing menggunakan metode ‘Belief System'. Sementara, Estotheatre akan berkontribusi dalam pengolahan tubuh aktor dan teknik keaktoran menggunakan metode Movement Body. Kedua kolaborator tersebut akan bekerja sama menyiapkan aktor baik secara kemasan maupun secara esensial.

Menurut pemuda yang merupakan mahasiswa Pascasarjana Universitas Gajah Mada itu, ada beberapa tantangan dalam proses pengerjaan Pementasan Klothek'an ini. Yakni, pelatihan aktor yang notabene merupakan kolaborator dari berbagai latar belakang yang berbeda. Namun, di sisi lain, hal tersebut juga mampu dijadikan sebagai peluang agar pementasan lebih menarik alias tidak monoton. Contohnya, Kontributor Sherly Sinatra yang sehari-hari berkecimpung dalam dunia modeling. 

Melalui proses ini, Sherly mampu memanfaatkan pengalamannya dalam menampilkan lagu dangdut dengan epik dan mengundang gelak tawa penonton.

Baca Juga: Menumbuhkan Daya Kritis Anak lewat Kesenian

"Melalui Klothek'an, saya mendapat banyak pengalaman yang unik dan menarik bersama teman-teman yang baru. Ternyata, menjadi aktor tidak hanya tentang hafal naskah dan bisa berperan saja. Namun, juga perlu ada metode-metode tertentu untuk mendalami karakter pada setiap tokoh" Ujar Febrian Lingga H.L. Toruan, siswa kelas 10 SMA yang berperan sebagai tokoh Kepeng.

Kontributor bidang Artistik Bayu Dwi Setiawan mengatakan bahwa tantangan terbesar yang dia hadapi adalah penyesuaian jadwal latihan.

"Sebagai seorang guru seni, terkadang jadwal latihan berbenturan dengan jadwal mengajar di sekolah. Namun, untungnya, karena dari awal tujuan kami (tim) sama-sama ingin mensosialisasikan isu antikorupsi, hambatan tersebut bisa teratasi dengan baik," ucap Bayu. 

Beberapa nama yang turut menjadi kolaborator dalam pementasan Klothek'an adalah Okky Basuki, Hanifah Intan, Ita Pamungkas Sari, Lazuardi Ghaly Devalea, Milza Dwifahira, Moch. Rehan Naza, M. Agus Arifin, Novaldo Stanley Morgan, Riska, Ayu Wandari, Sherly Sinatra, Simon Manuel Akely, Sylvia Nur Octaviani, Varissa Aulia, Yusufil Hamdhani Akbar, Muhamat Agus Arifin, Zafira Ardhea Rista, serta Founder Recycle Minyak Jelantah Cindy Fitriani B.R. 

Selain kolaborator, pementasan Klothek'an juga bekerja sama dengan beberapa pihak yang bersedia meminjamkan area latihan seperti Kaza Mall Surabaya dan Institute Francais Indonesia. Komunitas asal Yogyakarta, De Sumarno arahan Abimanyu Prasastia Perdana juga tercatat menjadi tamu undangan yang akan tampil memeriahkan pementasan tersebut.

Selain pementasan, Studio Daluang juga turut berupaya melakukan gerakan literasi seperti membagikan buku gratis kepada penonton yang kebanyakan merupakan siswa sekolah menengah dan mahasiswa.

Tercatat sebanyak 120 penonton hadir. Kebanyakan merupakan siswa SMA/K dan mahasiswa di Surabaya.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti