JawaPos.com - Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mencatat gara-gara asap kebakaran hutan, sebanyak 450.431 orang terserang Inspeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Angka ini hanya dari Juli hingga 22 Oktober 2015.
"ISPA di Riau sebanyak 65.232 orang, 90.747 orang di Jambi, 101.332 orang di Sumatera Selatan, 43.477 orang di Kalimantan Barat, 52.213 orang di Kalimantan Tengah, dan 97.430 orang di Kalimantan Selatan,"beber Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Sutopo Purwo Nugroho, Selasa (22/10).
Data ini hanya kiriman puskesmas dan rumah sakit di Sumatera dan Kalimantan, belum dihitung yang tidak dirawat di rumah sakit dan puskesmas.
"Diperkirakan jumlah rill jauh lebih besar karena banyak tidak berobat ke puskesmas atau rumah sakit," Kata Sutopo.
Sebelumnya, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes menyatakan angka kematian akibat dampak kesehatan asap kebakaran hutan relatif kecil.
"Ada tiga kemungkinan yang bisa berakibat fatal," ucap dia yang ditulis di blog pribadinya beberapa hari lalu.
Pertama, infeksi memburuk ISPA yang berujung pneumonia. Bila daya tahan tubuh rendah, bisa fatal.
Kemudian memburuknya penyakit paru-paru dan jantung kronik terutama Lansia. Seperti PPOK eksasaserbasi Akut, Cor Pulmonale, gagal lanjut tak terkontrol.
Terakhir, kematian yang timbul bukan karena penyakit tapi kecelakaan akibat kebakaran meluas maupun langsung karena apinya. (hyt/JPG)