JawaPos.com - Turnamen esports berskala kecil bisa menjadi salah satu pintu masuk untuk menemukan pemain berbakat sekaligus memperluas ekosistem olahraga elektronik di Indonesia.
Kompetisi seperti ini memberi kesempatan bagi pemain yang belum berada di level profesional untuk menguji kemampuan, membangun tim, dan menunjukkan potensi mereka di hadapan komunitas maupun pelaku industri.
Gambaran itu terlihat dalam Turnamen Esports Mobile Legends di Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Jumat (4/9).
Baca Juga: Shin Tae-yong Santai Jelang Hadapi Borneo FC, Tegaskan Persija Jakarta Bakal Habis-habisan
Kompetisi yang mempertemukan tim dari lingkungan industri teknologi, telekomunikasi, pemerintah dan media tersebut diikuti puluhan tim dan berlangsung dari babak penyisihan hingga final.
Meski skalanya tidak sebesar turnamen esports profesional, pertandingan berlangsung kompetitif.
Tim PT Telkom Infrastruktur Indonesia (Infranexia) akhirnya keluar sebagai juara setelah mengalahkan PT Amron Citinet (ACT) dengan skor 2-0 di partai final.
Baca Juga: Persija U-18 Siap Tampil di Seoul Hechi Cup 2026, Zaltan Dzaki Azizi Bidik Pengalaman Baru
Rivaldi dari tim yang sama meraih penghargaan Most Valuable Player (MVP).
Namun, nilai penting kompetisi semacam ini tidak berhenti pada siapa yang mengangkat trofi.
Ruang Tumbuh Pemain Esports
Esports memiliki ekosistem yang jauh lebih luas daripada sekadar pemain profesional.
Di belakang sebuah pertandingan terdapat pelatih, manajer tim, penyelenggara turnamen, wasit, caster, kreator konten hingga pengembang game.
Karena itu, semakin banyak kompetisi yang membuka ruang bagi pemain amatir dan komunitas, semakin besar pula kesempatan untuk menemukan talenta baru yang sebelumnya belum mendapatkan panggung.
Ketua Umum Pengurus Nasional Indonesia Esports Association (IESPA) Ibnu Sulistyo Riza Pradipto melihat potensi tersebut sebagai bagian dari perkembangan pekerjaan masa depan.
Baca Juga: Xbox Ubah Sistem Cloud Gaming, Akses Streaming Jumlah Jam Terbatas
“Esports mendapatkan pengguna 68 juta gamers aktif, ini adalah future work, ini adalah masa depan ekonomi Indonesia. Ekosistemnya bukan hanya pro player, tapi juga event organizer, manager tim esports, wasit esports, ada juga caster esports," ujar Ibnu Sulistyo Riza Pradipto.
"Itu adalah opportunity, dan bukan tidak mungkin teman-teman di sini mendapat kesempatan itu untuk menjadi profesi,” tegas dia.
Menurut Ibnu, peluang tersebut membuat esports tidak seharusnya dipandang hanya dari sisi kompetisi.
Baca Juga: Sony Tegaskan Game Digital Bukan Milik Konsumen, Hanya Lisensi
Industri yang tumbuh di sekelilingnya juga menciptakan berbagai profesi dan peluang ekonomi baru.
Dari Turnamen Komunitas Bisa Muncul Talenta Baru
Kompetisi Mobile Legends kali ini memperlihatkan bagaimana pertandingan antartim dari lingkungan nonprofesional dapat menjadi wadah untuk mengasah kemampuan.
Para peserta harus melewati sejumlah tahapan, mulai babak penyisihan, delapan besar, semifinal hingga final.
Baca Juga: Kurangi Emisi dari Perjalanan Harian, Sepeda Jadi Pilihan Mobilitas Alternatif
Format tersebut memberikan pengalaman bertanding yang berbeda dibandingkan sekadar bermain bersama dalam komunitas.
Pengurus ASPIMTEL Indra Gunawan mengatakan, minat peserta terhadap turnamen tersebut bahkan lebih besar dari perkiraan panitia.
Bagi dia, antusiasme itu menunjukkan bahwa ekosistem game dan esports memiliki hubungan erat dengan perkembangan konektivitas digital.
“Tanpa ada konektivitas sudah pasti tidak ada mobile legends. Dan kita percaya dengan konektivitas yang bagus akan mendorong juga industri game, dan mobile legends khususnya, di Indonesia,” ungkap Indra.
Baca Juga: PS5 Bisa Dipakai Nonton 100+ Saluran TV Gratis, Sony Ikuti Langkah Xbox
Artinya, kompetisi esports pada level komunitas maupun antarkorporasi dapat menjadi bagian dari rantai yang lebih besar:
Konektivitas menyediakan infrastrukturnya, kompetisi menemukan dan mengasah pemain, sementara industri menciptakan ruang bagi talenta yang berkembang.
Industri Game Indonesia Sudah Bernilai Triliunan
Potensi tersebut semakin relevan karena industri game Indonesia terus berkembang.
Baca Juga: Squid Game: The Experience Segera Hadir di Jakarta, Ini Harga Tiketnya
Sekretaris Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Aryo Pamoragung mengatakan, industri game memiliki nilai pasar besar dan berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan.
Berdasar data 2025, valuasi industri game di Indonesia mencapai Rp 32 triliun.
Sementara laporan PwC memprediksi nilai pasar esports Indonesia pada 2029 mencapai USD2,4 miliar.
Baca Juga: GAPKI Tebarkan Manfaat Komoditas Sawit lewat Content Creator Challenge 2026
“Industri game itu bukan lagi sekedar permainan sebelah mata, ini adalah industri yang sangat besar, dan bagian dari ekosistem digital,” ungkap Aryo Pamoragung usai pembukaan Turnamen Esports Mobile Legends Hari Bhakti Postel ke-81 di Jakarta, Jumat (4/9).
Aryo berharap pertumbuhan industri tersebut juga melahirkan lebih banyak pelaku lokal, bukan hanya membuat Indonesia menjadi pasar bagi produk game dari luar negeri.
“Kami harap rekan-rekan yang hadir di sini tidak hanya jadi pemain, tapi juga memunculkan creator-creator game di Indonesia, creator game lokal, developer-developer game lokal, sehingga pasar game di Indonesia ini tidak hanya dinikmati oleh luar, tapi Indonesia bisa mengambil manfaat ekonomi disitu,” ungkapnya.
Esports Masuk Rangkaian Hari Bhakti Postel
Turnamen Mobile Legends ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 Tahun 2026 yang diselenggarakan Asosiasi Penyelenggara Infrastruktur Menara Telekomunikasi (ASPIMTEL).
Baca Juga: Xbox Orisinal Kini Bisa Dirakit dari Balok, Harganya Tembus Segini
Ini merupakan kali pertama esports dimasukkan dalam rangkaian peringatan tersebut. Penyelenggara menyediakan total hadiah Rp30,5 juta untuk kategori juara dan MVP, sekaligus menghadirkan hiburan, doorprize dan agenda penghargaan.
Ketua Pelaksana Hari Bhakti Postel ke-81 Tahun 2026 Theodorus Ardi Hartoko mengatakan, kompetisi esports menjadi salah satu bentuk apresiasi bagi insan industri pos dan telekomunikasi.
“Ini merupakan event ketiga, sebelumnya ada seminar, ada funwalk, dan yang cukup meriah sekarang adalah kompetisi gamers hari ini. Ayo kita meriahkan Hari Bhakti Postel dan ini adalah dari apresiasi terhadap seluruh insan pos dan telekomunikasi di Indonesia,” ajak pria yang akrab disapa Teddy tersebut.
Baca Juga: Cara Baru Anak Muda Maknai Kemerdekaan, Meriah Upacara HUT ke-81 RI Digelar di Game Roblox