← Beranda
Mudik Bareng Toddler Bisa Tenang? Cerita Ervina Ini Bongkar Strategi Anti Rewel di Kereta Api Pada Lebaran 2026!
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 20 Maret 2026 | 17.11 WIB
ILUSTRASI: Calon penumpang menunggu keberangkatan kereta di Stasiun Gambir, Jakarta, Senin (16/3/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com — Mudik Lebaran identik dengan cerita seru sekaligus tantangan, apalagi jika membawa anak kecil yang sedang aktif-aktifnya. Pengalaman itu dirasakan langsung oleh Ervina, yang memilih kereta api demi perjalanan lebih nyaman bersama keluarga kecilnya.

Perempuan 30 tahun itu mudik dari Jogja menuju Surabaya bersama suami dan dua anaknya. Salah satu tantangan terbesar datang dari si kecil yang masih dalam fase toddler dan sulit diam.

“Mudik bareng suami dan 2 anak. Paling susah part ngasuh toddler ya. Karena lagi aktif-aktifnya. Jadi siapin berbagai strategi mulai dari makanan, mainan bahkan youtube biar pada anteng. Karena mereka bosen kan kalo cuma disuruh diem liat jendela kereta. Haha,” ujar Ervina kepada JawaPos.com, Kamis (19/3/2026).

Baca Juga: Tiongkok Kecam Keras Pembunuhan Para Pemimpin Iran oleh Israel

Perjalanan yang terlihat santai ternyata menyimpan momen-momen krusial yang harus diantisipasi sejak awal. Terutama saat anak mulai bosan dan suasana di dalam kereta mulai terasa monoton.

“Titik krusial saat satu jam setelah kereta jalan sampe menjelang kedatangan sih. Karena di situ bener-bener harus mengkondisikan anak biar ngga rewel atau mengganggu penumpang lain,” ujar Ervina yang sehari-hari sebagai pekerja swasta.

Ervina mengaku harus ekstra kreatif agar anak tetap nyaman selama perjalanan. Ia tak ingin perjalanan mudik justru menjadi pengalaman melelahkan bagi keluarga maupun penumpang lain.

Pilihan menggunakan kereta api bukan tanpa alasan. Menurutnya, moda transportasi ini memberikan ruang gerak yang lebih luas dibandingkan kendaraan umum lain.

Baca Juga: Serunya Mudik Lebaran 2026 Ala Dian Yulia! Mobil Penuh Anak, Tawa, dan Pemandangan Indah di Atas Jembatan Suramadu

“Kalo alasan kenapa milih kereta dibandingkan kendaraan umum lain, pastinya karena kenyamanan ya. Dibandingkan bus yang harganya nggak jauh beda, kereta bisa lebih leluasa, jalan-jalan kalo bosan, spacenya juga lebih enak.”

Kenyamanan itu menjadi kunci utama saat membawa anak kecil dalam perjalanan jauh. Anak tidak harus terus duduk diam, sehingga risiko rewel bisa ditekan.

Strategi lain yang tak kalah penting adalah mengalihkan suasana ketika anak mulai gelisah. Ervina memilih cara sederhana namun efektif untuk menjaga mood si kecil tetap stabil.

“Kalo strategi tambahan sih, biasanya kalo uda bener-bener nggak bisa dikondisikan, diajak jajan ke gerbong makanan yang lebih sepi. Jadi anak-anak ngga sumpek, bisa makan, bisa 'gerak' dari tempat duduknya.”

Cerita Ervina menjadi gambaran nyata bagaimana orang tua harus sigap membaca situasi selama perjalanan mudik. Adaptasi cepat dan persiapan matang jadi kunci perjalanan tetap nyaman.

Di sisi lain, tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api juga terlihat dari data Angkutan Lebaran 2026. Volume penumpang terus meningkat seiring mendekati puncak arus mudik.

Baca Juga: 270 Ribu Kendaraan Lalui Puncak Arus Mudik, Rekayasa Lalu Lintas One Way Jadi Solusi Atasi Kemacetan

KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat sebanyak 53.191 penumpang kereta api jarak jauh yang datang dan berangkat pada hari ke-8 Angkutan Lebaran 2026, Rabu (18/3/2026).

Dari jumlah itu, kedatangan mencapai 27.026 penumpang dan keberangkatan 26.165 penumpang.

Angka tersebut masih bersifat dinamis karena penjualan tiket terus berlangsung hingga malam hari. Lonjakan ini menunjukkan kereta api tetap menjadi favorit masyarakat untuk mudik.

Untuk mengantisipasi tingginya permintaan, KAI Daop 6 Yogyakarta menambah satu lagi kereta tambahan. Total kini ada 13 KA Tambahan Lebaran yang diberangkatkan dari wilayah tersebut.

Baca Juga: Pasar di Gaza Ramai Jelang Lebaran, Tapi Warga Tak Punya Uang: “Datang Hanya untuk Melihat”

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan, “Penambahan KA Tambahan Solo Balapan-Gambir ini sebagai upaya KAI Daop 6 untuk mendukung ketersediaan tempat duduk dalam memberikan kenyamanan bagi mobilisasi masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran kali ini.”

“Berdasarkan pantauan data per hari ini, masih tersedia sebanyak 3.174 tiket hingga tengah malam nanti dari wilayah Daop 6 Yogyakarta.”

“Jadi masih ada kesempatan bagi masyarakat yang akan mulai arus mudik pada hari ini menuju kampung halaman ataupun mulai perjalanan liburan panjang momen Lebaran.”

Data juga menunjukkan tingkat keterisian tiket sudah mencapai angka tinggi. Hingga saat ini, penjualan mencapai 413.205 tiket atau 77 persen dari total kapasitas.

Meski begitu, masih tersedia 83.865 tiket hingga akhir masa Angkutan Lebaran pada 1 April 2026. Artinya, masyarakat masih punya peluang untuk merencanakan perjalanan mudik dengan kereta api.

Feni juga mengingatkan pentingnya manajemen waktu sebelum berangkat ke stasiun. Penumpang diminta datang lebih awal agar perjalanan tidak terganggu oleh hal-hal teknis.

Baca Juga: Skema TBB Jadi Senjata Andalan! ASDP Siaga Penuh Hadapi Ledakan Arus Balik Lebaran 2026 di Ketapang–Gilimanuk

Ia juga mendorong masyarakat memanfaatkan berbagai kanal pemesanan resmi. Termasuk fitur Connecting Train yang bisa menjadi solusi alternatif saat tiket langsung habis.

Cerita Ervina dan data KAI memperlihatkan satu benang merah yang sama. Kereta api bukan hanya soal transportasi, tapi juga pengalaman perjalanan yang lebih manusiawi, terutama bagi keluarga dengan anak kecil.

Dengan strategi yang tepat, mudik bareng toddler bukan lagi momok menegangkan. Justru bisa menjadi momen kebersamaan yang hangat dan penuh cerita.

EDITOR: Bintang Pradewo