JawaPos.com - Hari Raya Idul Fitri merupakan hari istimewa setelah satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Lebaran ini menjadi simbol kemenangan bagi umat Islam karena telah menjalankan perintah Allah dan mengendalikan hawa nafsu.
Terdapat sejumlah aktivitas sunnah yang dapat dilakukan oleh umat Islam di Hari Lebaran Idul Fitri. Kesunnahan tersebut sejak malam hari raya hingga pagi hari sebelum pelaksanaan shalat Id.
Melaksanakan amalan-amalan sunnah ini dapat menyempurnakan kebahagiaan Idul Fitri sekaligus menambah pahala di hari yang spesial ini.
Dilansir dari NU Online, berikut 6 aktivitas sunnah yang bisa dilakukan di Hari Raya Idul Fitri:
Baca Juga: Tradisi Lebaran di Keluarga Aktor Omar Daniel
1. Mengumandangkan Takbir
Takbir menjadi salah satu syiar utama pada malam hingga pagi di Hari Lebaran Idul Fitri. Umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir sejak terbenamnya matahari di akhir Ramadan hingga pelaksanaan shalat Id.
Mengumandangkan takbir tidak hanya dilakukan di masjid atau musala, tapi juga dapat dilakukan sendirian di rumah mengagungkan kebesaran Allah SWT. Berikut dalil kesunnahan mengumandangkan takbir:
عن الزهري قال : كان الناس يكبرون في العيد حين يخرجون من منازلهم حتى يأتوا المصلى وحتى يخرج الإمام فإذا خرج الإمام سكتوا فإذا كبر كبروا
“Az-Zuhri berkata: Para sahabat membaca takbir di hari raya sejak keluar rumah hingga tiba di tempat salat. Ketika imam keluar, mereka berhenti, dan saat imam bertakbir mereka ikut bertakbir.” (Mushannaf Ibni Abi Syaibah)
2. Mandi Sebelum Shalat Id
Disunnahkan untuk mandi keramas dan membersihkan diri sebelum berangkat menunaikan shalat Idul Fitri.
Terkait waktu sunnahnya, sejumlah ulama berbeda pendapat. Ada yang menyatakan mulai tengah malam atau dini hari, sebelum terbit fajar, hingga setelah shalat Subuh. Berikut dalilnya:
ﺭﻭﻯ ﻣﺎﻟﻚ ﺃﻥ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﻤﺮ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﻳﻐﺘﺴﻞ ﻳﻮﻡ اﻟﻔﻄﺮ، ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﻳﻐﺪﻭ ﺇﻟﻰ اﻟﻤﺼﻠﻰ
“Imam Malik meriwayatkan bahwa Ibnu Umar mandi pada hari Idul Fitri sebelum berangkat ke tempat salat.” (Al-Muwatha)
3. Makan Sebelum Berangkat Shalat Id
Berbeda dengan Lebaran Idul Adha, pada Hari Raya Idul Fitri dianjurkan untuk makan terlebih dahulu sebelum melaksanakan shalat Id. Hal ini sebagai tanda bahwa tidak lagi melaksanakan ibadah puasa Ramadhan.
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَاتٍ
“Dari Anas bin Malik, Rasulullah tidak berangkat pada hari Idul Fitri hingga makan beberapa butir kurma.” (HR Bukhari)
4. Mengenakan Pakaian Terbaik
Hari Raya Idul Fitri adalah momen yang penuh dengan kebahagiaan. Dengan demikian, dianjurkan untuk mengenakan pakaian terbaik sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah.
وعن جابر رضي الله عنه قال : كان للنبي صلى الله عليه وسلم جبة يلبسها للعيدين ويوم الجمعة
“Jabir berkata bahwa Nabi memiliki pakaian khusus yang dikenakan pada dua hari raya dan hari Jumat.” (HR Ibnu Khuzaimah)
كان ابن عمر يلبس للعيد أجمل ثيابه
“Ibnu Umar mengenakan pakaian terbaiknya saat hari raya.” (Al-Baihaqi)
5. Berangkat dan Pulang Lewat Jalan Berbeda
Salah satu sunnah yang sering terlupakan di Hari Lebaran Idul Fitri adalah mengambil rute berbeda saat pergi dan pulang dari tempat shalat Idul Fitri.
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ
“Jabir bin Abdullah berkata: Nabi menempuh jalan yang berbeda saat pergi dan pulang pada hari raya.” (HR Bukhari)
6. Saling Mendoakan di Hari Raya
Tradisi saling mendoakan juga merupakan sunnah yang diajarkan dan telah dilakukan oleh para sahabat Nabi Muhammad.
وعن جبير بن نفير قال : كان أصحاب النبي إذا التقوا يوم العيد يقول بعضهم لبعض تقبل منا ومنك
“Jubair bin Nufair berkata: Para sahabat Nabi jika bertemu di hari raya saling mengucapkan, ‘Semoga Allah menerima amal kami dan kalian.’” (Fathul Bari).