JawaPos.com - Bagi banyak umat Muslim, Ramadhan tidak hanya identik dengan ibadah puasa, tetapi juga tradisi keagamaan yang berlangsung turun-temurun. Salah satu tempat yang selalu ramai saat bulan suci adalah Masjid Sunan Ampel.
Masjid yang menjadi salah satu pusat wisata religi di Surabaya ini selalu dipadati jamaah setiap Ramadhan. Ribuan orang datang untuk beribadah, berziarah, hingga menikmati suasana khas Ramadhan di kawasan Ampel.
Keberadaan makam Sunan Ampel yang berada di kompleks masjid menjadikan kawasan ini sebagai salah satu tujuan utama ziarah religi di Jawa Timur.
Pawai Pegengan Menjelang Ramadhan
Salah satu tradisi unik di kawasan Ampel adalah Pawai Pegengan. Tradisi ini biasanya digelar sekitar tujuh hari sebelum Ramadhan.
Dalam tradisi tersebut, masyarakat mengadakan pawai sholawat sambil membawa berbagai makanan tradisional. Salah satu yang paling khas adalah kue apem yang kemudian dibagikan atau ditukar sebagai simbol kebersamaan.
Tradisi ini menjadi cara masyarakat setempat menyambut datangnya bulan suci dengan penuh kegembiraan.
Ramainya Ziarah Makam Sunan Ampel
Selama Ramadhan, jumlah peziarah di kawasan Ampel meningkat drastis. Banyak jamaah dari berbagai daerah datang untuk berziarah ke makam Sunan Ampel.
Kunjungan biasanya meningkat menjelang awal Ramadhan dan pada malam ke-17 yang bertepatan dengan peringatan Nuzulul Qur’an.
Para peziarah biasanya memanjatkan doa sekaligus mengenang jasa Sunan Ampel sebagai tokoh penting dalam penyebaran Islam di Jawa.
Ngabuburit dan Kuliner Timur Tengah
Selain ziarah, kawasan sekitar Masjid Sunan Ampel juga terkenal dengan wisata kulinernya.
Menjelang waktu berbuka puasa, kawasan ini berubah menjadi pusat ngabuburit yang ramai. Deretan pedagang menjual berbagai makanan khas Timur Tengah seperti kurma, kebab, hingga roti maryam.
Keberadaan kuliner tersebut tidak lepas dari sejarah kawasan Ampel yang sejak dulu menjadi tempat tinggal komunitas keturunan Arab di Surabaya.
Itikaf dan Ibadah Malam di Sepuluh Hari Terakhir
Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, suasana di Masjid Sunan Ampel semakin khusyuk.
Banyak jamaah yang melakukan itikaf atau berdiam di masjid untuk memperbanyak ibadah. Salat malam, salat tasbih, hingga doa bersama biasanya dilakukan hingga menjelang sahur.
Pada malam-malam ganjil, jumlah jamaah biasanya meningkat karena banyak yang berharap dapat meraih malam Lailatul Qadar.
Baca Juga: Menelusuri Sejarah Masjid Sunan Ampel Surabaya, Jejak Awal Dakwah Islam di Tanah Jawa
Destinasi Wisata Religi yang Tak Pernah Sepi
Tradisi Ramadhan di kawasan Ampel memperlihatkan bagaimana agama, budaya, dan kehidupan masyarakat saling berpadu.
Tidak heran jika setiap tahun jutaan orang datang mengunjungi kawasan ini, baik untuk beribadah maupun menikmati wisata religi.
Bagi banyak orang, mengunjungi Masjid Sunan Ampel saat Ramadhan bukan sekadar perjalanan biasa. Lebih dari itu, perjalanan ini menjadi cara untuk merasakan langsung jejak sejarah Islam sekaligus tradisi keagamaan yang masih hidup hingga sekarang.