← Beranda
Jadwal Imsakiyah 10 Ramadhan 1447 H Kota Semarang, Sabtu 28 Februari 2026
Lania Monica• Sabtu, 28 Februari 2026 | 02.55 WIB
Ilustrasi jadwal imsakiyah. (Freepik)

JawaPos.com - Memasuki hari ke-10 Ramadhan 1447 Hijriah yang bertepatan dengan Sabtu, 28 Februari 2026, umat Islam di Kota Semarang melanjutkan ibadah puasa dengan penuh kesungguhan.

Suasana religius semakin terasa di berbagai sudut kota, dari masjid besar hingga mushola lingkungan, yang ramai dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan kegiatan ibadah lainnya.

Ramadhan adalah bulan pembinaan jiwa. Selain menahan lapar dan dahaga, puasa menjadi sarana untuk memperbaiki akhlak, meningkatkan kesabaran, serta memperkuat kepedulian sosial.

Agar ibadah berjalan tepat waktu dan sesuai ketentuan syariat, masyarakat dapat merujuk jadwal resmi yang dilansir melalui laman Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai pedoman waktu imsakiyah dan sholat lima waktu.

Imsak: 04.18 WIB

Subuh: 04.28 WIB

Terbit: 05.40 WIB

Dhuha: 06.08 WIB

Zuhur: 11.54 WIB

Asar: 14.57 WIB

Maghrib (Buka Puasa): 18.01 WIB

Isya: 19.11 WIB

Puasa dan Pembentukan Karakter Takwa

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Ayat ini menegaskan bahwa puasa memiliki dimensi pembentukan karakter. Takwa bukan hanya tentang hubungan vertikal dengan Allah SWT, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari. Orang yang bertakwa akan menjaga kejujuran, menahan amarah, serta menjauhi perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

Dalam Surah Al-Baqarah ayat 185, Allah SWT juga menyebutkan bahwa Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia. Hal ini menjadi pengingat bahwa puasa seharusnya berjalan beriringan dengan peningkatan interaksi terhadap Al-Qur’an, baik melalui tilawah maupun pemahaman maknanya.

Keutamaan Puasa dalam Hadis Nabi

Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa adalah perisai.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Makna perisai menunjukkan bahwa puasa melindungi seseorang dari perbuatan dosa apabila dijalankan dengan sungguh-sungguh. Pengendalian diri selama berpuasa menjadi latihan spiritual yang membentengi diri dari berbagai godaan.

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya di surga terdapat pintu yang disebut Ar-Rayyan, yang dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Keistimewaan ini menggambarkan betapa tinggi kedudukan ibadah puasa di sisi Allah SWT. Orang yang menjaga puasanya dengan baik akan memperoleh balasan yang istimewa di akhirat kelak.

EDITOR: Hanny Suwindari