JawaPos.com - Bulan Ramadhan telah memasuki hari-hari terakhir, yang berarti Hari Raya Idul Fitri sudah semakin dekat. Idul Fitri adalah momen yang sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia sebagai perayaan kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.
Bagi umat Islam, hari yang penuh berkah ini bukan hanya sekadar waktu untuk bergembira, tetapi juga kesempatan untuk mempererat hubungan dengan Allah Ta'ala serta sesama.
Menjadi ajang untuk bersyukur, berbagi kebahagiaan, dan memperkuat tali silaturahmi dengan keluarga, sahabat, serta orang-orang terdekat.
Menurut informasi dari smpit-harapanbunda.sch.id, Idul Fitri memiliki makna mendalam, yaitu kembalinya seseorang kepada fitrah atau keadaan suci.
Baca Juga: Rezeki Gila-gilaan! 10 Weton Panen Uang Besar-besaran di Penghujung Maret 2025
Ini menandakan bahwa seorang Muslim telah terbebas dari dosa dan keburukan, serta siap menjadi pribadi yang lebih baik dalam ketaatan kepada Allah SWT.
Agar momen istimewa ini semakin bermakna, ada baiknya kita mengikuti sunnah Rasulullah SAW dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Seperti yang dilansir dari muhammadiyah.or.id, umat Islam dianjurkan untuk mempraktikkan adab-adab yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dalam menyambut hari yang penuh berkah ini.
Lalu, apa saja adab yang dianjurkan saat Idul Fitri? Berikut beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan agar perayaan Idul Fitri semakin bernilai ibadah sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.
Baca Juga: 4 Zodiak Ini Dikenal Ahli dalam Menulis Surat Cinta yang Pasti Bikin Hati Pembacanya Meleleh
- Memperbanyak Takbir
Mengumandangkan takbir adalah bentuk pengagungan terhadap kebesaran Allah SWT serta pengakuan bahwa manusia hanyalah makhluk yang lemah di hadapan-Nya. Selain itu, takbir juga menjadi simbol syiar Islam dan ungkapan rasa syukur atas petunjuk yang telah diberikan-Nya.
- Mengenakan Pakaian yang Rapi dan Wangi
Saat melaksanakan sholat Idul Fitri, dianjurkan untuk berpenampilan rapi dengan mengenakan pakaian yang bersih dan wangi. Rasulullah SAW sendiri selalu mengenakan pakaian terbaiknya di hari raya, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam asy-Syafi‘i.
عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كاَنَ يَلْبَسُ بُرْدَ حِبَرَةٍ فِيْ كُلِّ عِيْدٍ. [رواه الشافعي في المسند، جـ 1: 152، حديث رقم 441]
“Dari Ja‘far Ibnu Muhammad, dari ayahnya, dari kakeknya (dilaporkan) bahwa Nabi saw selalu memakai wool (burdah) bercorak [buatan Yaman] pada setiap Id.” [HR. asy-Syafi‘i dalam kitabnya al-Musnad, I:152, hadis nomor 441].
- Sarapan Sebelum Berangkat Sholat Id
Berbeda dengan Idul Adha, pada Idul Fitri disunnahkan untuk makan terlebih dahulu sebelum berangkat ke tempat sholat. Hal ini sesuai dengan kebiasaan Rasulullah SAW yang selalu menyantap beberapa butir kurma sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri.
- Berangkat Sholat Id dengan Berjalan Kaki
Sunnah lainnya adalah berjalan kaki menuju tempat sholat sambil mengumandangkan takbir. Cara ini meneladani Rasulullah SAW dan menunjukkan kesederhanaan dalam menyambut hari raya.
- Sholat Id Dihadiri oleh Semua Umat Islam
Idul Fitri adalah hari besar Islam yang penuh berkah, sehingga umat Muslim dari segala usia dianjurkan untuk menghadiri sholat Id. Bahkan, wanita yang sedang haid juga disarankan untuk datang ke lapangan, meskipun mereka tidak ikut melaksanakan sholat, melainkan hanya mendengarkan khutbah dan merasakan kebersamaan dalam perayaan hari kemenangan.
- Pulang Melalui Jalan yang Berbeda
Setelah sholat Id, Rasulullah SAW biasa pulang melewati jalan yang berbeda dari jalur saat berangkat. Hal ini menjadi salah satu sunnah yang dianjurkan untuk diamalkan oleh umat Islam.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا خَرَجَ إِلَى الْعِيدِ رَجَعَ فِي غَيْرِ الطَّرِيقِ الَّذِي أَخَذَ فِيهِ. [رواه ابن ماجه]
“Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw. apabila keluar pergi sholat Id, beliau kembali dengan melalui jalan lain dari yang dilaluinya ketika pergi.” [HR. Ibnu Majah].
- Mempererat Silaturahmi
Hari raya Idul Fitri adalah momen yang tepat untuk memperbaiki hubungan dengan sesama, menghilangkan kesalahpahaman, serta mengakhiri permusuhan.
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa pintu surga akan dibuka bagi orang-orang yang tidak menyimpan dendam kepada saudaranya.
Oleh karena itu, memperbanyak silaturahmi dan saling memaafkan menjadi bagian penting dalam perayaan Idul Fitri.