← Beranda
Ingin Melakukan Perjalanan Mudik Lebaran? Jangan Lupa Baca Doa untuk Sebelum Pulang Kampung
Wella Novita AndrianiMinggu, 7 April 2024 | 19.05 WIB
Mudik lebaran (https://pin.it/5igWfkE4D)

JawaPos.com - Memasuki akhir bulan Ramadhan umat Muslim khususnya di Indonesia melakukan perjalanan ke kampung halaman atau lebih dikenal dengan istilah mudik.

Berkumpul bersama keluarga di hari lebaran adalah momen yang sering dinantikan, dan perjalanan mudik menjadi sebuah istilah yang tak asing bagi masyarakat Indonesia. Fenomena mudik muncul seiring dengan terjadinya urbanisasi yang meningkat di Indonesia.

Tradisi mudik menjadi bagian penting setiap kali perayaan Idul Fitri tiba, sekaligus mengajarkan kita tentang pentingnya silaturahmi dan mempererat ikatan keluarga.

Pulang kampung atau mudik (mulih dilik), adalah sebuah ritual budaya tahunan, yang dilakukan menjelang perayaan hari raya agama, terutama Idul Fitri.

Mereka yang hidup dan tinggal di berbagai kota di Indonesia berbondong-bondong kembali ke kota asal orang tua. Selain aspek budaya dan agama, pulang kampung merupakan sebuah aktivitas traveling.

Mudik menjadi traveling massal yang dilakukan oleh mayoritas rakyat Indonesia. Seluruh moda transportasi digunakan, seperti mobil pribadi, pesawat, kereta, kapal laut, motor, dan bus. Inilah sebabnya banyak timbul kemacetan di mana-mana jika pelaksanaannya tidak disiapkan dengan matang.

Namun, jika masih dalam perjalanan hal yang tidak boleh dilupakan yaitu berdoa. Tujuannya agar perjalanan diberkahi dan dapat menjadi amalan yang baik untuknya, termasuk saat mudik ke kampung halaman.

Kendaraan merupakan bagian dari keseharian orang hari ini. Saat berkendara, kita dianjurkan untuk membaca doa berkendaraan sebagaimana keterangan berbagai riwayat yang dikutip Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar-nya.

Imam Nawawi mengutip riwayat Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasai dari Sayyidina Ali ra terkait doa berkendaraan.

Orang yang berkendara dianjurkan untuk membaca sejumlah doa berikut:

Selain memastikan bahwa kendaraan sudah layak dan aman untuk perjalanan jauh, dianjurkan untuk membaca doa agar diberi keselamatan selama di perjalanan.

Doa Sepanjang Perjalanan Imam Nawawi mengutip riwayat Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasai dari Sayyidina Ali ra terkait doa berkendaraan dianjurkan untuk membaca sejumlah doa berikut, dikutip dari islam.nu.or.id memaparkan :

1. Bismillah

2. Kemudian membaca doa berikut:

الحَمْدُ للهِ/سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

Alhamdulillāhilladzī/subhānalladzī sakhkhara lanā hādzā wa mā kunnā lahū muqrinīna, wa innā ilā rabbinā lamunqalibūna.

Artinya, “Segala puji bagi Allah/maha suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami. Padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Sungguh, kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

3. Alhamdulillāh (3 kali)

4. Allāhu akbar (3 kali)

5. Kemudian membaca doa berikut:

سُبْحَانَكَ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى فَاغْفِرْ لِى فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ

Subhānaka innī zhalamtu nafsī faghfirlī fa innahū lā yaghfirudz dzunūba illā anta. Artinya, “Maha suci Engkau, sungguh aku menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sungguh, tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau.”

Doa untuk orang yang berpamitan untuk mudik

Sahabat dan keluarga dianjurkan untuk melepas mereka yang mudik dengan doa Rasulullah, yang dikutip dari website islampos.com berikut ini:

زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ

Zawwadakallâhut taqwâ, wa ghafara dzanbaka, wa yassara lakal khaira haitsumâ kunta.

“Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosamu, dan memudahkanmu dalam jalan kebaikan dimanapun kau berada.”

Doa ini dibaca oleh Nabi Muhammad ketika salah seorang sahabat Rasulullah menyatakan diri untuk mengadakan perjalanan jauh. Doa ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dari sahabat Anas berikut ini:

وروينا في كتاب الترمذي، عن أنس رضي الله قال : جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم، فقال: يارسول الله، إني أريد سفرا فزودني، فقال: “زودك الله التقوى”، قال: زدني، قال: “وغفر ذنبك”، قال: زدني، قال: “ويسر لك الخير حيثما كنت” قال الترمذي: حديث حسن

“Diriwayatkan kepada kami pada Kitab At-Tirmidzi, dari Sahabat Anas RA. Ia bercerita bahwa seseorang mendatangi Rasulullah, ‘Wahai Rasul, aku hendak bepergian. Karenanya, berikanlah aku bekal,’ kata sahabat tersebut. ‘Zawwadakallâhut taqwâ,’ kata Rasulullah. ‘Tambahkan lagi ya Rasul,’ kata sahabat itu. ‘Wa ghafara dzanbaka,’ kata Rasulullah. ‘Tambahkan lagi ya Rasul,’ kata sahabat itu. ‘Wa yassara lakal khaira haitsumâ kunta,’ jawab Rasulullah.”

Imam At-Tirmidzi mengatakan bahwa kualitas hadits ini hasan,” (Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 187).

EDITOR: Hanny Suwindari