← Beranda
Melihat Pendekatan Baru Pengobatan Liver dan Metabolik di Mayapada Hospital Bandung
Dimas ChoirulKamis, 30 April 2026 | 20.45 WIB
Mayapada Healthcare meluncurkan Liver, Metabolic & Wellness Center (LMWC) di Mayapada Hospital Bandung (MHBD), salah satu unit rumah sakit di bawah naungan Mayapada Healthcare/(Dok.Mayapada).

JawaPos.com – Upaya meningkatkan kesadaran deteksi dini penyakit hati (liver) kian diperkuat dengan hadirnya layanan terintegrasi yang menggabungkan pencegahan, diagnosis, hingga penanganan komprehensif dalam satu pusat layanan.

Layanan itu kini hadir di klinik Liver, Metabolic & Wellness Center (LMWC) di Mayapada Hospital Bandung (MHBD), salah satu unit rumah sakit di bawah naungan Mayapada Healthcare.

LMWC adalah sebuah progam layanan yang berfokus pada deteksi dini, pencegahan, serta penanganan komprehensif penyakit liver yang berkaitan dengan gangguan metabolik.

Layanan ini menjadi respons terhadap meningkatnya kasus liver secara global, yang kini semakin sering berkaitan dengan kondisi metabolik seperti obesitas, diabetes, dan dislipidemia.

Penyakit Liver Sering Tanpa Gejala, Deteksi Dini Jadi Kunci
Hospital Director Mayapada Hospital Bandung, dr. Irwan Susanto Hermawan, MM menegaskan bahwa kondisi ini menjadi tantangan serius karena sering tidak terdeteksi sejak dini.

“Penyakit hati metabolik, termasuk perlemakan hati (fatty liver), sering kali berkembang tanpa gejala. Banyak pasien baru menyadari kondisinya ketika sudah memasuki tahap lanjut. Melalui LMWC, kami ingin mengubah pendekatan dari sekadar pengobatan menjadi deteksi dini dan pencegahan yang lebih terintegrasi. Layanan ini mengedepankan pendekatan multidisiplin dengan program wellness yang komprehensif, sehingga pasien dapat memperoleh penanganan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan,” ujar dr. Irwan.

Baca Juga: PET/SPECT CT Bantu Deteksi Dini Kanker Lebih Akurat, Ini Keunggulannya di Mayapada Hospital

Layanan Terintegrasi: Dari Skrining hingga Terapi Lanjutan
LMWC menghadirkan layanan terintegrasi untuk kesehatan liver, gangguan metabolik, dan pengelolaan berat badan, dengan fokus pada deteksi dini risiko seperti obesitas, diabetes, dislipidemia, dan sindrom metabolik. Deteksi dini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko sejak awal, sehingga setiap individu dapat memperoleh perawatan yang dipersonalisasi (personalized care).

Tim dokter terdiri dari berbagai spesialis, antara lain:
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterohepatologi; Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif; Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik, dan Diabetes; Dokter Spesialis Gizi Klinik; dan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga.

Didukung Teknologi Modern untuk Diagnosis Akurat
Alur pelayanan mencakup skrining awal, evaluasi medis, pendampingan gizi, terapi medis, hingga tindakan lanjutan bila diperlukan, disertai pemantauan rutin kesehatan hati dan kondisi metabolik untuk memastikan intervensi yang tepat waktu.

Layanan ini juga didukung teknologi elastografi FibroScan® untuk menilai kekakuan dan kondisi jaringan hati secara non-invasif, serta Total Body Matrix Assessment (TBMA) untuk mengevaluasi komposisi tubuh dan indikator metabolik, sehingga program perawatan, pola makan, dan aktivitas fisik dapat disesuaikan dengan kondisi setiap pasien.

Obesitas & Fatty Liver: Risiko yang Sering Terabaikan
Menyoroti keterkaitan erat antara obesitas dan gangguan metabolik, Prof. Dr. dr. Reno Rudiman, MSc, Sp.B Subsp BD (K), FICS, FCSI, Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif Mayapada Hospital Bandung menegaskan bahwa obesitas merupakan kondisi medis kronis yang menjadi akar dari berbagai penyakit, termasuk fatty liver.

Oleh karena itu, Reno menyarankan penyakit ini perlu dikendalikan melalui deteksi dini, pengobatan yang tepat, serta penyesuaian pola makan dan gaya hidup. Mengingat prevalensinya yang terus meningkat dan tingginya kasus yang belum terdiagnosis, pendekatan komprehensif sejak awal menjadi sangat penting.

"Dalam kasus tertentu, ketika intervensi gaya hidup dan terapi medis belum memberikan hasil optimal, bariatric surgery menjadi terapi yang terbukti efektif dalam mengendalikan obesitas sekaligus memperbaiki kondisi metabolik secara menyeluruh,” jelas Prof. Reno.

Prof. Reno menambahkan bahwa fatty liver atau yang kini dikenal sebagai Metabolic Dysfunction Associated Steatotic Liver Disease (MASLD) telah menjadi penyakit hati paling umum di dunia, dengan prevalensi mencapai sekitar 30% populasi dewasa.

“Artinya, hampir satu dari tiga orang dewasa berisiko mengalami fatty liver. Kondisi ini sangat erat kaitannya dengan gangguan metabolik seperti obesitas dan diabetes, serta sering kali tidak bergejala di tahap awal sehingga kerap baru terdeteksi saat sudah lanjut. Penanganan fatty liver tidak cukup hanya dengan obat, tetapi memerlukan perubahan gaya hidup seperti pola makan sehat, aktivitas fisik, dan pengelolaan berat badan," ujarnya.

Akses Layanan LMWC di Berbagai Kota
Layanan ini memperkuat komitmen Mayapada Healthcare dalam menyediakan akses kesehatan liver dan metabolik yang komprehensif di Indonesia. Merupakan bagian dari Gastrohepatology Center Mayapada Healthcare dan tersedia di Jakarta Selatan (Lebak Bulus & Kuningan), Tangerang, Bogor, Surabaya, Bandung, dan segera hadir di Jakarta Timur.

 

EDITOR: Mohamad Nur Asikin