JawaPos.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin bertemu dengan Vice Chairman of the Central Military Commission (CMC) of the People’s Republic of China Jenderal Zhang Shengmin dalam pertemuan bilateral dengan di Beijing, Tiongkok pada Jumat (17/9).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas perkembangan hubungan pertahanan antara Indonesia dengan Tiongkok. Saat ini, hubungan kedua negara terus menunjukkan kemajuan positif. Itu selaras dengan arahan strategis Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.
”Kita ini negara yang berbasis kepada konstitusi, berbasis kepada kepentingan nasional, tetapi mempunyai suatu strategi politik luar negeri yang bebas aktif. Sehingga, kita open minded kepada semua negara sahabat,” kata Sjafrie.
Karena itu, Sjafrie memastikan, Indonesia terbuka untuk berdialog dengan berbagai negara demi memenuhi kepentingan nasional sekaligus menjawab harapan rakyat. Salah satunya ditunjukkan melalui penguatan komunikasi dan kerja sama pertahanan antara Indonesia dengan Tiongkok.
Baca Juga: Pegawai Kemenag Sebut Fee Percepatan Haji 2023 Tak Mengalir ke Gus Yaqut
Kerja sama itu dibangun di atas prinsip saling menghormati, saling percaya, dan saling menguntungkan. Sebelum melakukan pertemuan bilateral. Menhan Sjafrie bersama delegasi Indonesia menghadiri pembukaan forum keamanan dan pertahanan internasional tahunan The 13th Beijing Xiangshan Forum.
Dalam forum yang berlangsung di Beijing International Convention Center (BICC), pada Rabu (16/9), tersebut diusung tema Build Consensus on Stability, Advance Security Governance Together. Menteri Pertahanan Tiongkok Laksamana Dong Jun membuka secara langsung agenda tersebut.
Kehadiran Sjafrie dalam kegiatan tersebut menegaskan komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalam diplomasi pertahanan global, mendorong dialog inklusif, serta memperkuat tata kelola keamanan kawasan Asia-Pasifik yang damai dan stabil.
Selain itu, Sjafrie juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB, penguatan multilateralisme, penghormatan terhadap kedaulatan negara, dan penyelesaian perbedaan melalui konsultasi dan negosiasi.
”Forum ini menjadi ruang penting untuk membangun komunikasi, memperkuat rasa saling percaya, serta mendorong kerja sama konstruktif demi terciptanya lingkungan keamanan regional dan global yang damai, stabil, dan berkelanjutan,” ucap dia.
Selama berada di Tiongkok, Sjafrie dijadwalkan melakukan sejumlah kunjungan kerja strategis untuk memperkuat kerja sama pertahanan dengan Tiongkok. Fokus utama kunjungan kerja kali ini adalah membangun hubungan yang saling menghormati dan saling menguntungkan.
Penekanan lainnya adalah komitmen menjaga stabilitas keamanan kawasan. Diplomasi pertahanan dengan Tiongkok menegaskan posisi Indonesia sebagai negara dengan politik luar negeri bebas aktif yang berkomitmen menjaga perdamaian regional melalui kerja sama konstruktif dengan berbagai mitra.