JawaPos.com - Penghentian sementara kerjasama antara TNI dengan militer Australia harus secepatnya diselesaikan dan dicari titik temunya.
Oleh sebab itu, Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengaku, pada bulan Febuari 2017, akan bertolak ke negeri kangguru untuk membahas masalah penghentian kerja sama TNI dengan militer Australia.
"Bulan depan (Febuari). Kita akan lihat yang marinir (Australia) itu apa (menghina Pancasila)," ujar Ryamizard di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (16/1).
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu menambahkan, bukan keinginan dirinya untuk bertolak ke Australia. Melainkan berdasarkan pada undangan, sehingga masalah tersebut bisa secepatnya diselesaikan sehingga tidak menjadi berlarut-larut.
"Undangan dari sana (pemerintah Australia)," katanya.
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan kedaulatan Indonesia telah dihina oleh militer Australia, lantaran Pancasila telah diplesetkan menjadi pancagila.
Sementara, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mayjen TNI Wuryanto, mengatakan kerja sama militer yang dihentikan sementara adalah, latihan perang, pertukaran perwira, dan pelatihan bahasa. (cr2/JPG)