← Beranda
Jamaah Haji Meninggal Turun Signifikan, Istithaah Kesehatan Haji 2027 Disiapkan Lebih Awal
Bayu PutraSenin, 1 Juni 2026 | 21.30 WIB
Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf (pakai masker hitam) berbincang dengan jamaah haji Indonesia yang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia. (Media Center Haji 2026)

JawaPos.com – Pengetatan istithaah Kesehatan haji tahun ini berbuah manis. Jumlah jamaah meninggal turun, namun masih ada catatan soal jamaah yang sakit.

“Sampai hari ini alhamdulillah tingkat jemaah yang meninggal sudah turun hampir separuh,” terang Menteri Haji dan umrah RI Mochamad Irfan Yusuf, Minggu (31/5).

Meski enggan menyebut angka, namun Irfan memastikan jumlahnya turun separuh bila dibandingkan periode yang sama di musim haji tahun lalu.

Yang masih mencadi catatan, lanjut Irfan, adalah jamaah yang sakit. “Ada beberapa jamaah kita yang begitu sampai di sini langsung masuk rumah sakit,” lanjutnya.

Baca Juga: Puncak Haji Usai, Menhaj Irfan Yusuf Beri Siapkan Perbaikan Layanan di Mina

Menurut dia, hal itu menunjukkan bahwa pengetatan standar istithaah Kesehatan haji Indonesia belum terlalu signifikan

Penerapan standar baru istithaah haji belum sepenuhnya dilaksanakan dengan baik di beberapa daerah.

Sering kali petugas di lapangan berhadapan dengan realita sosiokultural. Salah satunya adalah rasa segan ketika menghadapi calon jamaah haji lansia.

Hal itu tidak lepas dari lamanya masa tunggu antrean haji, sehingga membuat Sebagian jamaah haji baru bisa berangkat saat sudah lansia.

“Kita paham mereka menunggu tunggu lama, tapi kita juga paham bahwa kita juga perlu orang-orang yang sehat,” tutur Irfan.

Baca Juga: Jamaah Haji Laksanakan Tawaf Ifadah dan Sa'i, Tuntaskan Rangkaian Ibadah Haji

Tidak masalah berapapun usia jamaah yang berangkat. Yang penting adalah kondisi kesehatannya.

Salah satu  contohnya adalah Marsiyah, jamaah haji tertua asal Kabupaten Kediri yang tahun ini berangkat di usia 105 tahun.

Kondisi kesehatannya cukup prima, meski sudah tak kuat berjalan jauh sehingga harus menggunakan kursi roda saat tawaf dan sa’i.

“Saya tidak pernah sakit,” ujar Marsiah saat diwawancarai oleh JawaPos.com baru-baru ini di Makkah.

Dia hanya pernah satu kali jatuh di kamar mandi sehingga harus dirawat di RS. Selebihnya, relatif tidak ada gangguan kesehatan berupa penyakit.

Baca Juga: Jamaah Haji Indonesia Mulai Kembali ke Tanah Air, Jangan Bawa Air Zam-Zam Dalam Koper

Hal itu diamini oleh Irfan. Dia menjelaskan, jamaah haji yang meninggal tahun ini tidak hanya mereka yang berstatus lansia. Tak sedikit jamaah berusia di bawah 60 tahun yang meninggal di tanah suci.

“Artinya bahwa walaupun mereka usianya relatif lansia, tetapi memang kita seleksi benar-benar kesehatannya, kesehatannya bagus,” jelas Irfan.

Karena itu, untuk musim haji 2027, istithaah Kesehatan akan dipersiapkan lebih matang dan lebih awal.

Beberapa daerah sudah mulai memantau kondisi kesehatan calon jamaah haji yang mungkin akan berangkat tahun depan, bahkan sebelum operasional haji tahun ini selesai.

Calon jamaah haji yang diperkirakan akan berangkat tahun depan sudah mulai diundang, dikumpulkan untuk bicara tentang manasik Haji.

Baca Juga: Kesuksesan Debut Kemenhaj 2026 dan Visi Baru Ekosistem Haji Indonesia

“Dan saya minta kepada mereka juga dimasukkan manasik tentang istithaah kesehatan. Itu lebih penting juga,” imbuhnya.

EDITOR: Bayu Putra