← Beranda
Kloter terakhir tiba di Makkah, Seluruh Jamaah Haji Indonesia Bersiap Wukuf di Arafah
Bayu PutraSabtu, 23 Mei 2026 | 01.46 WIB
Marsiyah, jamaah haji Indonesia tertua asal Kabupaten Kediri tiba di Makkah, Jumat (22/5/2026). Ia bagian dari sekitar 2.200 jamaah haji Indonesia kloter terakhir yang tiba di Makkah. (Bayu Putra/JawaPos.com/MCH 2026)

JawaPos.com – Senyum Marsiyah mengembang saat ia menjejakkan kaki di trotoar depan hotel tempat ia menginap di Kawasan Raudhah, Makkah, Jumat (22/5).

Nenek berusia 104 tahun itu merupakan salah satu dari sekitar 2.200 jamaah haji dari enam kloter terakhir yang tiba di Makkah.

Marsiyah sekaligus menjadi jamaah haji tertua asal Indonesia yang berangkat ke tanah suci pada musim haji tahun ini.

Secara keseluruhan, ada 5 kloter asal embarkasi Surabaya dan 1 kloter asal Batam yang tiba pada Jumat (22/5), atau H-4 wukuf.

Baca Juga: Wamenhaj Dahnil Copot Paksa Tanda KBIHU di Tenda Arafah: Bikin Jamaah Tidak Kebagian Tenda

Dengan demikian, tuntas sudah ketibaan jamaah haji Indonesia di tanah suci. mereka kini tengah mempersiapkan diri menjalani wukuf yang akan berlangsung dalam 4 hari ke depan.

Rencananya, malam ini Waktu Arab Saudi, Sebagian jamaah kloter terakhir akan menjalankan umrah wajib.

Informasi yang diperoleh JawaPos.com, Sebagian jamaah kloter terakhir memilih melaksanakan Haji Ifrad, yakni hanya berhaji tanpa umrah.

Penyebabnya, waktu ketibaan mereka sudah dekat dengan hari wukuf di Arafah, sehingga memilih untuk langsung fokus pada ibadah.

Lagipula, hari ini bus shalawat juga sudah berhenti beroperasi sementara. Bus baru akan beroperasi kembali pada 14 Zulhijjah atau 31 Mei.

Baca Juga: Jamaah Haji Bergerak ke Arafah Mulai 8 Zulhijjah Pagi, Ini Skema Pergerakan Bus di Armuzna

Sebagian kecil bus shalawat akan tetap dipertahankan untuk mengantar jamaah yang baru tiba pada untuk melaksanakan umrah wajib.

“Kami siapkan sekitar 30 unit armada. Cukup untuk mungkin sekitar 5 atau 6 atau bahkan di bawah 10 kloter, yang kira-kira akan tiba terakhir. Dan insya Allah itu sudah mencukupi,” ujar Kabid Transportasi PPIH Arab Saudi 2026 Syarif Rahman.

Pihaknya juga tetap menyiapkan 2 model bus shalawat. Yakni city bus biasa dan city bus khusus lansia dan kursi roda.

Itu sebagai antisipasi bila ada jamaah lansia pengguna kursi roda yang akan melaksanakan umrah wajib.

Baca Juga: Fiqih Haji: Pengertian Mabit Murur di Muzdalifah dan Kedudukannya dalam Syariat

EDITOR: Bayu Putra