← Beranda
5 Tanda Dehidrasi yang Wajib Diwaspadai Jamaah Haji saat Cuaca Panas Ekstrem Melanda
AntaraSelasa, 12 Mei 2026 | 20.23 WIB
Jamaah haji Indonesia bersiap melaksanakan umrah wajib di Masjidil Haram. Cuaca Panas di Tanah Suci mulai berdampak pada jamaah haji lansia dan membuat cepat lelah. (Bayu Putra/JawaPos.com)

 

 

JawaPos.com-Cuaca panas ekstrem di Makkah dan Madinah, Arab Saudi, membuat jamaah haji Indonesia perlu lebih waspada terhadap risiko dehidrasi hingga heatstroke. Kondisi ini bisa muncul ketika tubuh kehilangan banyak cairan akibat aktivitas di luar ruangan dan suhu yang sangat tinggi.

Dokter spesialis gizi klinik Dr. dr. A. Yasmin Syauki, M.Sc., Sp.GK(K), MHPE mengingatkan jamaah untuk mengenali tanda-tanda dehidrasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Berikut 5 tanda dehidrasi yang perlu diwaspadai jamaah haji saat berada di Tanah Suci:

1. Tubuh Terasa Lemas

Salah satu gejala awal dehidrasi adalah tubuh mulai kehilangan tenaga dan terasa lemas saat beraktivitas.

“Tanda-tanda dehidrasi itu sebenarnya lemas,” kata Yasmin saat dihubungi ANTARA, Selasa.

Kondisi ini terjadi karena tubuh kekurangan cairan yang dibutuhkan untuk menjaga fungsi organ tetap optimal.

 

2. Warna Urine menjadi Pekat

Warna urine bisa menjadi indikator paling mudah untuk mengetahui kondisi hidrasi tubuh. Jika urine berubah menjadi kuning pekat, itu bisa menjadi tanda tubuh mulai kekurangan cairan.

“Ketika dia warnanya pekat, maka kemungkinan kita dehidrasi. Jadi sudah tidak terlalu kuning, bukan kuning jernih, jadi kuningnya pekat, maka itu sudah mengalami dehidrasi,” jelas Yasmin.

Karena itu, jamaah dianjurkan rutin memantau warna urine selama menjalankan ibadah.

 

3. Pusing dan Kepala Terasa Ringan

Dokter spesialis gizi klinik dr. Pande Putu Agus Mahendra, M.Gizi, Sp.GK menyebut dehidrasi juga dapat memicu rasa limbung hingga sakit kepala.

Kurangnya cairan membuat aliran darah dan oksigen ke otak terganggu sehingga kepala terasa pusing, terutama saat berada di bawah terik matahari.

 

4. Mual dan Pandangan Buram

Dehidrasi yang mulai memburuk dapat menyebabkan tubuh terasa mual hingga penglihatan menjadi kabur.

Gejala ini perlu segera diwaspadai karena bisa menjadi pertanda tubuh mengalami stres akibat suhu panas ekstrem.

 

5. Sesak Napas hingga Heatstroke

Selain dehidrasi, jamaah haji juga berisiko mengalami heatstroke atau sengatan panas. Kondisi ini terjadi ketika tubuh sudah tidak mampu mengontrol suhu panas.

“Heatstroke itu berarti panas yang tidak bisa dikendalikan oleh tubuh, sehingga kita seperti sesak napas, kemudian pusing,” ujar Yasmin.

Ia menambahkan kondisi tersebut bisa muncul mendadak ketika tubuh gagal melakukan kompensasi terhadap panas.

“Kemudian tubuh kita tidak bisa melakukan kompensasi, itu langsung tiba-tiba bisa sesak, lemas, pusing,” tambahnya.

Untuk mencegah dampak cuaca panas ekstrem, jamaah disarankan rutin minum air putih, memakai pelindung kepala, dan menggunakan kain atau kanebo basah saat berada di tenda Mina.

Baca Juga: 70% Jamaah Haji Aceh Korban Bencana, Penuhi Panggilan Haji Meski Kehilangan Harta Benda

Baca Juga: Jamaah Haji Diminta Waspadai Heat Stroke dan Dehidrasi selama Ibadah

“Dengan membasahi kanebo dengan air sehingga kepala kita suhunya tetap dingin, tidak panas,” kata Yasmin. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan