JawaPos.com – Jamaah haji Indonesia yang ada di Madinah mulai digerakkan ke Kota Makkah hari ini, Kamis (30/4).
Kloter YIA 1 dan JKG 1 menjadi dua kloter paling awal yang diberangkatkan menuju Makkah. Mereka berangkat pukul 07.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
Sejak subuh, jamaah sudah bersiap. Mereka mandi ihram, kemudian para laki-laki mengenakan kain ihram lengkap sementara jamaah Perempuan mengenakan gamis putih.
Itu karena para jamaah akan melaksanakan umrah wajib setibanya di Makkah, terutama bagi jamaah haji yang memilih Haji Tamattu.
Baca Juga: Jamaah Haji Masuk Makkah Mulai Besok, 30 April 2026, Tak Perlu Urus Koper di Makkah
Koper-koper diurus oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Madinah agar jamaah haji tidak kerepotan.
Tepat pukul 07.00, bus Antarkota Perhajian (AKP) bergerak membawa jamaah haji menuju Miqat Dzul Hulaifah atau masjid Bir Ali.
Satu persatu, para jamaah turun dari bus, kemudian masuk ke masjid untuk melaksanakan shalat sunnah ihram.
Beberapa jamaah memilih berlama-lama dalam sujudnya, sebagai bentuk rasa syukur atas panggilan Allah ke Tanah Suci.
Usai kembali ke bus, dengan dipimpin oleh para pembimbing ibadah, para jamaah mengucapkan niat ihram:
Baca Juga: Jemaah Calon Haji Dapat Tambahan Proteksi Risiko Panas saat Armuzna
لَبَّيْكَ اللَّـهُمَّ عُمْرَةً
Labbaik Allahumma ‘Umrotan
Artinya:
Aku penuhi Panggilan-MU Ya Allah, untuk berumrah.
Juga mengucapkan lafaz niat ihram lainnya:
نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitul umrota wa ahromtu biha lillahi ta’ala
Artinya:
Aku niat melaksanakan umrah dan berihram karena Allah Ta’ala.
Baca Juga: Bertemu Dubes Arab Saudi, Gubernur Khofifah Bahas Peluang Jatim Jadi Pemasok Logistik Haji
Usai mengucapkan niat, berlakulah semua larangan ihram bagi seluruh jamaah haji, sampai seluruh prosesi umrah wajib selesai.
Kalimat Talbiyah pun meluncur dari bibir para jamaah haji Indonesia.
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لا شَرِيكَ لكَ لَبَّيْكَ، إنَّ الحَمْدَ والنِّعْمَةَ لكَ وَالمُلكَ، لا شَرِيكَ لكَ
Labbaik Allahumma Labbaik. Labbaika laa syariika laka labbaik. Innalhamda wanni’mata laka wal mulk laa syarika lak.
Artinya:
“Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu. Aku memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.”
Baca Juga: 10 Jemaah Haji jadi Korban Kecelakaan di Madinah, Pemerintah RI Pastikan Beri Pelayanan Terbaik
Sebagian tergetar bibirnya saat terucap kalimat suci itu. Sebagian lagi tak mampu membendung linangan air mata yang mengalir perlahan di pipi.
Kebahagiaan terpancar jelas dari wajah-wajah jamaah haji. Inilah awal dari perjalanan spiritual terbesar umat muslim, melaksanakan rukun Islam kelima, yakni haji di tanah suci.
Kedisiplinan Jamaah Diapresiasi
Kepala Sektor 1 Madinah Ramlan Sudarto mengapresiasi kedisiplinan jamaah haji, terutama dari kloter YIA 1 asal Yogyakarta menjelang keberangkatan ke Makkah.
"Kloter YIA 1 sangat tertib. Semua jamaah mengikuti arahan dengan baik, dan ketua kloternya pun bersinergi penuh dengan petugas di lapangan. Ini yang kita harapkan agar proses mobilisasi berjalan lancar," ujar Ramlan di Hotel Taiba Front Madinah, Kamis (30/4).
Ramlan menjelaskan bahwa kunci kelancaran keberangkatan jamaah haji ke Makkah adalah manajemen waktu yang disiplin.
Baca Juga: Cegah Pemberangkatan Haji Ilegal, BPKN Buka Layanan Pengaduan Konsumen Haji dan Umrah
Ia mengingatkan jamaah agar disiplin pada jadwal yang telah ditentukan oleh petugas. Jika diminta berkumpul di bus pukul 05.00, jamaah harus sudah siap di lokasi menjelang pukul 05.00.
"Jangan baru bergegas pukul 06.00 jika diminta pukul 05.00. Keterlambatan satu orang bisa mengganggu ritme seluruh rombongan dan jadwal perjalanan ke Makkah," jelasnya.
Setelah jamaah naik ke bus, tim Sektor 1 melakukan penyisiran (sweeping), baik di bus maupun ke seluruh kamar hotel.
Tujuannya untuk memastikan tidak ada jamaah maupun barang bawaan yang tertinggal di kamar. Hasilnya, kloter YIA 1 dipastikan bersih dan lengkap.
"Tadi kami sudah menyisir semua kamar. Untuk jamaah Jogja, nihil. Tidak ada jamaah yang tertinggal di kamar, dan tidak ada satu pun barang yang tercecer," tambah Ramlan.
Baca Juga: Kecelakaan Bus di Madinah, 10 Jemaah Haji Luka
Kloter YIA 1 dan JKG 1 dijadwalkan tiba di Makkah pukul 13.00 WAS.