← Beranda
iPhone Lipat Apple Disebut Punya Pendingin Ruang Uap, Meluncur September 2026
Nanda PrayogaSelasa, 2 Juni 2026 | 19.49 WIB
Pelat termal ruang uap iPhone 17 Pro. (Macrumors)

JawaPos.com - iPhone lipat pertama Apple yang disebut-sebut akan bernama iPhone Ultra dikabarkan akan hadir dengan sistem pendinginan ruang uap (vapor chamber/VC) dan tetap meluncur pada September 2026 meski menghadapi berbagai kendala produksi.

Seperti dilansir dari Macrumors, informasi tersebut disampaikan oleh pembocor terpercaya Fixed Focus Digital melalui unggahan di Weibo.

Menurutnya, tahap manufaktur pra-perakitan iPhone lipat saat ini tengah menghadapi tekanan, sementara peningkatan kapasitas produksi awal berjalan lebih sulit dari yang diperkirakan.

Meski demikian, jadwal peluncuran yang direncanakan pada September disebut masih tetap dipertahankan.

Sumber tersebut juga mengungkap bahwa iPhone Ultra akan menggunakan teknologi pendinginan ruang uap dengan performa termal yang disebut “cukup mengesankan”. Apple diklaim mengerahkan kemampuan rekayasa termalnya secara maksimal untuk perangkat tersebut.

Ini menjadi kali pertama muncul laporan yang menyebut penggunaan sistem pendinginan ruang uap pada iPhone Ultra.

Informasi tersebut dinilai penting mengingat perangkat ini diperkirakan harus mengorbankan sejumlah fitur demi mempertahankan desain ultra-tipisnya.

Sejumlah rumor menyebut iPhone Ultra kemungkinan tidak akan dibekali setidaknya lima fitur yang ada pada iPhone 17 Pro, yakni Face ID, kamera telefoto, MagSafe, Action Button, dan slot kartu SIM fisik.

Pengurangan fitur tersebut diyakini berkaitan dengan ketebalan perangkat yang hanya sekitar 4,5 mm saat dibuka.

Sebagai perbandingan, iPhone Air yang juga mengusung filosofi desain ultra-tipis tidak menggunakan pendinginan ruang uap. Karena itu, kehadiran teknologi tersebut pada iPhone Ultra masih dianggap belum pasti hingga muncul laporan terbaru ini.

Apple sendiri mulai mengadopsi sistem pendingin ruang uap pada iPhone 17 Pro tahun lalu.

Teknologi tersebut bekerja dengan mengalirkan sejumlah kecil air deionisasi untuk memindahkan panas dari chip A19 Pro dan menyebarkannya ke seluruh rangka aluminium perangkat.

Apple mengklaim sistem ini mampu memberikan peningkatan kinerja berkelanjutan hingga 40 persen untuk tugas berat dibandingkan sistem pendingin berbasis grafit pada model Pro sebelumnya.

Laporan terbaru ini muncul di tengah berbagai kabar mengenai tantangan produksi iPhone lipat. Awal bulan ini, Fixed Focus Digital menyebut adanya masalah hasil produksi pada tahap pra-perakitan yang berkaitan dengan teknologi surface-mount technology (SMT).

Pernyataan tersebut berbeda dengan laporan pembocor lain, Instant Digital, yang sebelumnya mengaitkan kendala produksi dengan engsel perangkat yang disebut belum mampu memenuhi standar kontrol kualitas Apple dalam pengujian buka-tutup berfrekuensi tinggi dalam jangka panjang.

Namun, Fixed Focus Digital membantah bahwa engsel menjadi sumber utama permasalahan. Sementara itu, DigiTimes pada April lalu melaporkan bahwa jadwal produksi iPhone Ultra mengalami keterlambatan sekitar satu hingga dua bulan.

Meski demikian, media tersebut tetap meyakini peluncuran pada musim gugur 2026 masih sesuai rencana, dengan produksi massal dijadwalkan dimulai pada Juli.

Fixed Focus Digital juga pernah melaporkan bahwa negosiasi harga dengan mitra perakitan Apple menjadi salah satu faktor yang berpotensi mengganggu proses produksi.

Terlepas dari berbagai tantangan tersebut, jadwal peluncuran perangkat sejauh ini dinilai masih aman. Pada April lalu, Mark Gurman dari Bloomberg melaporkan bahwa iPhone Ultra berada di jalur yang tepat untuk debut pada September 2026 bersamaan dengan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, meski ia menegaskan bahwa jadwal tersebut belum final dan produksi belum ditingkatkan secara penuh.

iPhone Ultra disebut akan hadir dengan layar utama berukuran 7,8 inci, layar penutup 5,5 inci, chip A20, modem C2, Touch ID sebagai pengganti Face ID, serta dua kamera belakang. Perangkat ini juga dikabarkan akan dibanderol mulai sekitar 2.000 dolar AS.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra